Kurangi Hambatan Logistik, DPR RI Minta IKM Manfaatkan Cikarang Dry Port untuk Ekspor
Senin, 01 Sep 2025, 23:12 WIBJAKARTA-Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menyoroti tingginya biaya logistik nasional yang menjadi hambatan besar bagi daya saing industri, khususnya sektor agroindustri, IKM (Industri Kecil dan Menengah), dan UMKM.
âBiaya logistik Indonesia masih sangat tinggi, mencapai 23â24 persen dari PDB. Bandingkan dengan Malaysia yang hanya 13 persen dan Thailand 15 persen. Ini jelas menjadi beban bagi industri kita,â tegas Hendry dikutip dari laman Parlementaria, Senin (1/9).
Menurutnya, keberadaan Cikarang Dry Port merupakan salah satu solusi penting karena sudah mulai terintegrasi dengan jalur ekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Namun, Hendry menekankan perlunya perhatian khusus agar IKM dan UMKM agroindustri juga bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.
âIndustri kecil menengah dan UMKM biasanya menghadapi kendala dalam volume ekspor yang relatif kecil. Mereka tidak mungkin menyewa satu kontainer penuh. Karena itu, perlu ada layanan less than container load (LCL) atau konsolidasi agar biaya logistik mereka lebih terjangkau,â jelas Politisi Fraksi PKS ini.
Lebih lanjut, ia mengusulkan agar pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, bekerja sama dengan CDP menyiapkan kebijakan afirmatif bagi IKM dan UMKM ekspor. Menurutnya, dukungan ini sangat penting agar pelaku usaha kecil bisa terintegrasi dengan ekosistem logistik nasional.
âKalau industri besar tumbuh, seharusnya IKM dan UMKM kita juga ikut naik kelas dan mampu ekspor. CDP bisa menjadi hub ekspor mereka. Dengan kebijakan afirmatif ini, kita bisa mendorong lebih banyak produk lokal menembus pasar global,â ujarnya.
 Komisi VII DPR RI pada, Kamis (28/8) lalu melakukan kunjungan kerja spesifik ke Cikarang Dry Port (CDP), Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Dalam kunjungan itu Hendry menegaskan, efisiensi biaya logistik akan menjadi kunci agar agroindustri dan UMKM Indonesia dapat bersaing, sekaligus memperluas pasar ekspor. âKita ingin agar industri kecil kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi benar-benar menjadi pemain global,â tutupnya.
- DPR RI
- Industri Kecil Menengah (IKM)
- Efisiensi Logistik
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
OJK Diminta Perkuat Reformasi Pasar Modal Jelang Tinjauan MSCI
-
Tak Lagi Jadi Penonton, IKM Komponen Dibawa Masuk Rantai Industri Besar
-
Biaya Logistik RI 14,29% PDB, Pakar Soroti 3 Penyebab Biaya Tinggi
-
Semarak HUT ke-81 RI, Relawan GDS Ajak Anak Panti Asuhan Aceh Main Permainan Tradisional.
-
Komisi XI DPR RI Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,80 Triliun pada 2027
-
BNN: Tim Terpadu Lintas Instansi Perkuat Pengawasan terhadap Penyelenggaraan Rehabilitasi Narkotika
-
Dari Batik hingga Kriya! Produk Jogja Kini Dikemas Lebih Modern Biar Tembus Pasar Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.