Rupiah Tak Berdaya Hadapi Ledakan Pertumbuhan AS
Jumat, 29 Agu 2025, 18:10 WIBJAKARTA â Rupiah melemah dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan pertumbuhan pesat, mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi Negeri Paman Sam.
Kondisi ini mendorong ekspektasi pasar bahwa The Fed akan menahan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga memperkuat dolar AS sebagai aset lindung nilai dan tujuan investasi global.
Akibatnya, aliran modal asing cenderung berpindah dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menuju instrumen keuangan berbasis dolar.
Pelemahan rupiah ini bukan hanya mencerminkan faktor eksternal, tetapi juga menguji daya tahan stabilitas makroekonomi domestik, khususnya dalam menjaga inflasi dan menjaga kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia.
Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi mengatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan pertumbuhan pesat.
"Data dari AS menunjukkan bahwa ekonomi tumbuh dengan pesat, melampaui proyeksi dan pembacaan awal untuk kuartal kedua tahun 2025," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (29/8).
Tercatat, produk domestik bruto (PDB) kuartal II 2025 menunjukkan ekspansi tahunan sebesar 3,3 persen, melampaui proyeksi 3,1 persen.
Selain itu, jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran menurun.
Klaim pengangguran awal turun menjadi 229 ribu, lebih baik dibandingkan konsensus sebesar 230 ribu, dan turun dari revisi 234 ribu.
Sentimen lain berasal dari gugatan Anggota Dewan Gubernur The Fed Lisa Cook terhadap Presiden AS Donald Trump atas upaya pemecatan terkait dugaan penipuan hipotek yang memicu pertikaian atas independensi bank sentral AS.
Di dalam negeri, kurs rupiah dipengaruhi ketegangan sosial dan politik seiring adanya demonstrasi yang menimbulkan korban jiwa.
"Kabar adanya korban jiwa ini mulai ramai di kalangan masyarakat sejak malam tadi sehingga menyebabkan kondisi demonstrasi semakin tereskalasi," ucap Ibrahim.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat sore melemah sebesar 147 poin atau 0,90 persen menjadi Rp16.500 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.353 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke level Rp16.461 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.356 per dolar AS.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Toleransi Antarumat Beragama Kediri Diperkuat lewat Edukasi
-
Pelemahan Rupiah Uji Ketahanan Likuiditas Perbankan Syariah
-
BI Ungkap Kinerja QRIS Global di Bali, Nilainya Cukup Fantastis
-
Prabowo Targetkan RUU Ketenagakerjaan Selesai 2026, DPR Libatkan Serikat Buruh
-
Psikolog: Korban Kecelakaan KA Berisiko Alami Gangguan PTSD, Trauma Healing Penting!
-
Lombok Barat Siapkan Videotron Raksasa 6x9 Meter untuk Nobar Piala Dunia 2026, UMKM Diprediksi Panen Rezeki
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.