Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ribuan Massa Turun ke Jalan Gatot Subroto, Demo di Depan Polda Metro Jaya Picu Kemacetan

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 16:05 WIB | Oleh:
Ribuan Massa Turun ke Jalan Gatot Subroto, Demo di Depan Polda Metro Jaya Picu Kemacetan Doc: ANTARA/Nabil Ihsan
Ket. Ketua Komnas HAM Anis Hidayah (tengah), Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Putu Elvina (kiri), serta Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian (kanan) menyampaikan keterangan lembaga terkait kekerasan aparat dalam pengamanan demo.

JAKARTA - Lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, tersendat akibat aksi mahasiswa di depan Polda Metro Jaya. Demonstrasi ini digelar sebagai buntut tewasnya pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan taktis Brimob, dan memicu gelombang solidaritas masyarakat.

Berdasarkan pantauan ANTARA, pengendara ojek daring, mahasiswa dari berbagai universitas, dan kelompok masyarakat lainnya mulai berkumpul di gerbang Polda Metro Jaya yang menghadap Jalan Gatot Subroto sekitar pukul 15.20 WIB.

Kumpulan massa tersebut membuat jalan yang dapat digunakan pengendara menyempit hingga menyisakan satu lajur saja. Namun, beberapa demonstran tampak membantu mengatur lalu lintas yang mulai tersendat itu.

Pintu keluar tol Semanggi ke arah Slipi di depan Polda Metro Jaya juga tersendat karena penyempitan jalan. Sejumlah pengendara yang hendak keluar tol pun terpaksa mengurungkan niat mereka.

Sementara itu, mobilitas kendaraan masyarakat di Tol Dalam Kota, baik yang mengarah ke Slipi maupun Cawang hingga kini masih terpantau ramai lancar.

Seperti diketahui, sejumlah kelompok mahasiswa, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan BEM Universitas Indonesia (UI) berencana menggelar unjuk rasa di depan Markas Polda Metro Jaya pada Jumat siang.

Demonstrasi tersebut dilaksanakan menyusul kematian seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada Kamis (28/8) malam.

Sementara itu, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim pada Jumat dini hari mengungkapkan tujuh aparat Brimob yang diduga terlibat dalam insiden rantis tersebut masih dalam proses pemeriksaan.

Insiden yang menewaskan Affan itu kemudian memicu unjuk rasa susulan yang melibatkan ratusan anggota masyarakat dan sejawat pengemudi ojek daring di depan Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.