Pemerintah Restui Shell–BP Belanja BBM di Pertamina
Jumat, 29 Agu 2025, 21:30 WIBJAKARTA â Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang mempersilakan SPBU swasta seperti Shell dan BP membeli BBM dari Pertamina mencerminkan langkah pragmatis dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Kebijakan ini dapat memperkuat sinergi antara BUMN dan swasta, sekaligus mengurangi potensi ketergantungan pada impor yang berisiko terhadap neraca perdagangan energi.
Dari sisi Pertamina, peluang penjualan ke SPBU swasta bisa meningkatkan utilisasi kilang dan memperluas pasar.
Namun, dinamika ini juga menghadirkan tantangan baru, seperti penetapan harga yang adil, pengawasan distribusi agar tidak memicu distorsi pasar, serta memastikan ketersediaan BBM subsidi tetap terjaga.
Dengan kata lain, kebijakan ini bisa menjadi langkah strategis memperkuat ekosistem energi nasional, asalkan diiringi transparansi, regulasi yang konsisten, dan pengawasan yang ketat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mempersilakan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta, yakni Shell dan BP untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina.
âKalau ada yang masih kurang, (SPBU swasta) silakan beli di Pertamina,â ucap Bahlil ketika ditemui setelah pelantikan Dirjen Migas di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/8).
Bahlil menyampaikan bahwa Kementerian ESDM sudah memberikan kuota impor BBM tambahan untuk SPBU swasta sebesar 10 persen apabila dibandingkan dengan kuota impor BBM pada 2024.
Misalkan, lanjut dia, apabila perusahaan A pada 2024 memperoleh kuota impor BBM sebesar 100 juta kiloliter (KL), maka pada 2025 pemerintah sudah meningkatkan kuota impor BBM menjadi 110 juta KL.
Apabila SPBU swasta masih kekurangan BBM untuk disalurkan, Bahlil menyarankan agar mereka membeli BBM-nya ke Pertamina, tidak mengandalkan impor.
âIni terkait neraca ekspor-impor kita. Saya pikir bukan kami pilih kasih, semuanya kami kasih, tapi kan harus dijaga juga kondisi negara kita,â ucap dia.
Ia juga menyampaikan bahwa stok BBM Pertamina masih banyak, sehingga bisa dibeli oleh para perusahaan pengelola SPBU swasta.
âStok Pertamina masih banyak. Saya kan harus menjaga neraca komoditas. Salah satu indikator kita punya lifting dan produksi kita baik adalah mengurangi impor, bukan menambah impor. Habiskan dulu dong (stoknya),â kata Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil menyatakan ingin memperkuat peran Pertamina sebagai badan usaha milik negara bidang migas, di tengah kelangkaan bahan bakar minyak di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta.
Bahlil juga mengatakan bahwa pihaknya membahas soal Pasal 33 dalam UUD 1945 tentang pemanfaatan sumber daya alam untuk kemakmuran masyarakat.
Hal itu pun berkaitan dengan peran Pertamina sebagai BUMN yang ditugaskan untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri.
Oleh karena itu, Bahlil ingin memperkuat Pertamina di tengah kelangkaan BBM tersebut.
Berita Terkait:
-
JPE Matangkan Persiapan, Siap Hadapi Gresik Phonska Plus di Grand Final Proliga 2026
-
Trump Ancam Pecat Ketua The Fed
-
Liverpool Perlu Kreasi untuk Runtuhkan PSG
-
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per Juni 2026
-
Selepas Libur Panjang, Harga BBM di SPBU Masih Bertahan Stabil.
-
KPK Dalami Kemungkinan Gatut Sunu Peras Pihak Sekolah di Tulungagung
-
Wamenekraf Yakini Teater Musikal Siap Jangkau Pasar Lebih Luas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.