Peternak Resah Harga Pakan, Kementan Pastikan Pasokan Jagung Aman
Kamis, 28 Agu 2025, 22:20 WIBJAKARTA -Â Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Satgas Pangan memperketat pengawasan distribusi jagung untuk menjamin ketersediaan pakan ternak dan mencegah penimbunan. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda menegaskan langkah ini diambil untuk melindungi peternak unggas dari gejolak harga, meski secara nasional produksi jagung 2025 diproyeksikan surplus 4,6 juta ton.
"Kementan berkolaborasi erat dengan Satgas Pangan untuk mengawal distribusi dan memastikan tidak ada penimbunan jagung oleh oknum-oknum pengepul atau pedagang," kata Agung dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Dia menyampaikan ketersediaan jagung untuk pakan ternak kembali jadi perhatian pemerintah. Dalam sebulan terakhir, harga jagung di sejumlah sentra produksi cenderung meningkat dan berpotensi membebani peternak unggas.
Menyikapi hal itu, Kementan bergerak cepat dengan koordinasi lintas kementerian/lembaga termasuk bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan.
Agung memastikan sejumlah langkah antisipatif sudah disiapkan. Mulai dari imbauan kepada industri pakan agar tidak menaikkan harga, pemetaan peternak calon penerima cadangan jagung pemerintah, hingga mempertemukan kelompok tani dengan pemasok jagung.
"Langkah-langkah ini kami ambil untuk memastikan pasokan jagung dan pakan tetap stabil. Tujuannya jelas agar peternak tidak terbebani biaya tinggi dan masyarakat tetap dapat mengakses pangan asal unggas dengan harga terjangkau,â ucap Agung.
Ia menekankan koordinasi intensif terus berjalan dengan pemerintah daerah, asosiasi, hingga pelaku usaha. Menurutnya, kunci penyelesaian persoalan ini adalah kebersamaan seluruh pihak.
Agung menekankan selama semua pihak kompak dan berkomitmen, masalah dapat diselesaikan, sebab swasembada pangan menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang harus didukung bersama.
"Mohon kerja sama dari semua, baik petani, pengepul, pedagang jagung, feedmill, maupun peternak layer,â tegasnya.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Ditjen PKH Kementan Yudi Sastro memastikan secara nasional ketersediaan jagung aman.
Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) Jagung Badan Pusat Statistik total luas panen jagung JanuariâSeptember 2025 sebesar 2,11 juta hektar dengan produksi jagung pipilan kering (JPK) kadar air 14 persen mencapai 12,13 juta ton.
Potensi luas panen JuliâSeptember 2025 diperkirakan 0,61 juta hektar dengan potensi produksi JPK KA 14 persen sekitar 3,60 juta ton.
Yudi menambahkan, neraca jagung nasional 2025 menunjukkan kondisi surplus. Berdasarkan proyeksi neraca jagung nasional tahun 2024, total ketersediaan jagung tahun 2025 mencapai 19,55 juta ton, sementara kebutuhan sebesar 14,95 juta ton.
"Artinya, tahun ini kita berpotensi surplus sekitar 4,6 juta ton,â tegas Yudi.
- kementan
- peternak
- harga pakan
- pasokan jagung
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Aransemen Baru “Hari Merdeka” Erwin Gutawa Ditonton Ratusan Kali dalam Hitungan Jam.
-
35 Hektare Sawah di Lampung Nyaris Gagal Panen, KemenPU Kerahkan Pompa Air dari Bendung Way Pisang
-
Cabai Rawit Nyaris Rp100 Ribu! PIHPS Catat Harga Telur Ayam Rp31.000/kg
-
Siap Mundur Hari Ini Jika Korupsi! Mentan Amran Pasang Badan Demi Swasembada Pangan
-
Narkoba Makin Mengancam, BNN Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perang Bersama
-
Bang Japar Kalideres Gelar Festival Budaya Betawi dan Lebaran Anak Yatim, Fahira Idris: Jakarta Kota Global, Berbudaya dan Peduli.
-
Tak Lagi Diatur Tengkulak, 40 Ton Ayam Afkir Jatim Tembus Makassar, Kerja Sama Antarkoperasi Stabilkan Pasar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.