KUR di KTI Mayoritas Terserap ke Produksi: Mesin Ekonomi Riil Mulai Panas
Kamis, 28 Agu 2025, 18:00 WIBMAKASSAR â Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor produksi memiliki arti strategis bagi penguatan struktur ekonomi nasional. Sektor produksiâseperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan manufaktur skala kecilâmerupakan tulang punggung penciptaan lapangan kerja, penyediaan bahan pangan, hingga peningkatan nilai tambah produk domestik.
Namun, pelaku usaha di sektor ini sering terkendala permodalan, akses pembiayaan formal, dan tingginya risiko usaha, sehingga rentan terjebak pada skema kredit informal dengan bunga mencekik.
Dengan mendorong alokasi KUR lebih besar ke sektor produksi, pemerintah tidak hanya membantu memperluas akses pembiayaan murah, tetapi juga memacu perputaran ekonomi riil, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat ketahanan pangan dan energi.
Penyaluran KUR produktif juga berimplikasi pada pengurangan ketergantungan impor bahan baku, memperluas basis ekspor, dan mempercepat transformasi ekonomi dari konsumsi ke produksi.
Namun, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pembiayaan semata. Pendampingan usaha, peningkatan literasi keuangan, pemanfaatan teknologi, serta akses pasar menjadi faktor penentu agar dana KUR benar-benar menghasilkan efek pengganda (multiplier effect).
Jika dikelola optimal, KUR produktif dapat menjadi instrumen penting dalam menekan pengangguran, mengurangi kemiskinan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta berkelanjutan.
Deputi Bidang Usaha Mikro, Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) M Risa Damanik mengatakan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor produksi untuk wilayah kawasan Timur Indonesia mencapai 63,54 persen dari total nilai penyaluran Rp20,6 triliun pada posisi Agustus 2025.
"Ini berarti KUR yang diberikan diharapkan bisa memberikan lapangan pekerjaan yang lebih luas lagi, sekaligus bisa memberikan nilai tambah ekonomi kepada UMKM kita di sektor produksi," kata Risa disela Rakor Penyaluran KUR 2025 Regional Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) di Makassar, Kamis (28/8).
Dia mengatakan, sektor produksi tersebut terdapat beberapa contoh unggulan misalnya di sektor pertanian tanaman kakao, jagung padi dan sektor-sektor unggulan yang ada di Kawasan Timur Indonesia.
Dengan adanya KUR sektor produksi yang lebih dominan itu, dia berharap perekonomian di wilayah KTI semakin menggeliat dan menjadi sinyal optimistis pada pertumbuhan ekonomi semester II pada 2025.
Menurut dia, penyaluran KUR sektor produksi perlu terus ditingkatkan, khususnya di bidang produksi pangan yang mendapat perhatian dari 8 lembaga penyalur di lapangan.
Pada kesempatan tersebut, dia juga mengapresiasi pada empat bank penyalur yakni Bank BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BSI yang sudah mendistribusikan KUR di atas 60 persen di sektor produksi.
Risa juga mengemukakan apresiasinya terhadap pemerintah daerah yang lebih aktif memberikan perhatian untuk mengunggah data-data UMKM potensial yang dapat digunakan oleh bank-bank penyalur untuk melihat lebih jauh lagi dalam memilah dan memilih yang bisa mendapatkan pembiayaan dari perbankan.
"Khusus kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian UMKM memberikan apresiasi karena Sulsel menjadi urutan pertama secara nasional yang berpartisipasi dalam mengunggah atau meng-upload UMKM potensial yang berpeluang mendapat akses pembiayaan," katanya.
Berdasarkan data Kementerian UMKM diketahui, Pemprov Sulsel sejak awal 2025 hingga saat ini sudah mengunggah sekitar 300.000 UMKM potensial untuk mendapatkan bantuan pembiayaan.
Dari jumlah tersebut 95 persen di antaranya sudah akad kredit, artinya data yang dimasukkan juga berkualitas untuk selanjutnya mendapatkan pembiayaan dari lembaga-lembaga penyalur di lapangan.
Kegiatan Rakor Penyaluran KUR 2025 Regional Sulampua ini diikuti sekitar 200 peserta, di antaranya dari perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM dari 14 provinsi di KTI dan 12 bank penyalur KUR, Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Barat (OJK Sulselbar), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Kanwil DJP Sulselbatra).
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Realisasi KUR per Juni 2025
-
Napas Terasa Sesak dan Pikiran Kacau? Ini Cara Ampuh Hadapi Anxiety!
-
Pendanaan KUR berbasis kekayaan intelektual
-
Semester I, Realisasi Penyaluran KUR Capai Rp131 Triliun, Akhir Tahun Bakal Melampaui Target
-
Pelaksanaan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat
-
Operasi Patuh Intan 2025: Polda Kalsel Tindak Tegas Pelanggaran Lalu Lintas
-
Menteri PKP: KUR Perumahan Buka Lapangan Kerja Bagi Masyarakat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.