Kasus Campak di Jakarta Selatan Capai 9 Pasien, Kemenkes Ingatkan Warga Segera Periksa Gejala

Kamis, 28 Agu 2025, 18:45 WIB

JAKARTA - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan (Sudinkes Jaksel) mencatat adanya sembilan kasus positif campak yang ditemukan sepanjang Februari hingga Juli 2025. Kasus ini menunjukkan adanya peningkatan dibanding tahun sebelumnya sehingga menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Kepala Sudinkes Jaksel Yudi Dimyati menjelaskan, jumlah pasien yang terkonfirmasi campak tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Ia menegaskan bahwa kasus campak positif terhitung sebanyak sembilan orang dalam kurun waktu tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

Selain kasus campak, Sudinkes Jaksel juga mencatat ada 12 warga yang dinyatakan positif rubella berdasarkan data dari 10 kecamatan. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan kasus jika dibandingkan dengan data penemuan suspek campak pada tahun 2024.

"Jika dilihat dari grafik, suspek campak mengalami tren meningkat mulai dari Februari sampai Juli," ujar Yudi Dimyati di Jakarta, Kamis (21/8).

Dalam penanganan kasus tersebut, pemerintah daerah melalui tenaga kesehatan terus memberikan pengobatan kepada para pasien. Selain itu, vaksinasi campak juga terus dilakukan untuk mencegah penularan lebih lanjut, terutama kepada anak-anak yang rentan.

Vaksinasi campak diberikan pada usia 9 bulan dan 14 bulan sebagai dosis penguat atau booster. Yudi menyebut banyak anak yang terjangkit campak karena faktor perubahan cuaca serta belum mendapatkan vaksin sesuai jadwal.

Untuk menekan angka penyebaran, Sudinkes Jaksel rutin menggelar program imunisasi di fasilitas kesehatan dan berbagai lokasi umum. Hal ini dilakukan agar cakupan vaksinasi semakin luas dan masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kasus campak di Jakarta Selatan. Kemenkes mengimbau para orang tua maupun pengasuh agar lebih waspada terhadap gejala awal penyakit ini.

"Segera periksakan ke Puskesmas atau ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat kalau anak atau anggota keluarga kita mengalami demam disertai dengan bercak-bercak merah pada kulit, batuk, pilek dan mata merah," kata Direktur Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, Selasa (26/8).

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas. Pasalnya, campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan yang sangat cepat, bahkan lebih menular dibanding COVID-19.

"Jangan dibiarkan di rumah, tapi segera periksakan," tambahnya menegaskan.

Dengan meningkatnya tren kasus campak dan rubella, pemerintah berharap masyarakat dapat lebih aktif melakukan imunisasi. Pencegahan dini menjadi langkah utama agar kasus serupa tidak terus bertambah di wilayah Jakarta Selatan maupun daerah lainnya.

Program vaksinasi dan edukasi kesehatan masyarakat terus digencarkan oleh Kemenkes serta Sudinkes Jaksel. Upaya kolaborasi ini diharapkan mampu menekan angka penyebaran campak sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak di ibu kota.

  • rubella
  • Campak
  • Sudinkes Jakarta Selatan

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.