Wamenekraf: Peran Diaspora Sebagai Senjata Bangsa di Era Disrupsi Digital
Rabu, 27 Agu 2025, 18:54 WIBJAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, menyampaikan diaspora Indonesia dan talenta kreatif sebagai senjata bagi bangsa untuk memenangi persaingan di tengah gempuran disruptif teknologi seperti AI dan Web3.
âDi era disrupsi digital yang ditandai oleh AI, blockchain, Web3, dan platform global, kita tidak boleh melihat ini sebagai ancaman. Justru inilah peluang besar. Talenta ekonomi kreatif adalah kunci agar Indonesia bisa kompetitif dan bahkan memimpin di panggung dunia,â ujar Irene Umar dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (27/8).
Wamenekraf Irene Umar, yang hadir dalam Global Human Capital (GHC) Summit 2025, Selasa (26/8) menambahkan, bahwa kekuatan terbesar Indonesia ada pada budaya, kreativitas, dan talenta manusianya, yang menjadikan ekonomi kreatif tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berperan sebagai soft power bangsa di mata dunia.
Ia juga menekankan peran strategis diaspora Indonesia untuk membuka akses pasar internasional, membangun jejaring global, sekaligus menjadi mentor dan kolaborator bagi talenta lokal.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Rahayu Saraswati, menekankan pentingnya membangun ekosistem yang mendukung talenta muda Indonesia agar dapat berkembang menghadapi tantangan era digital.
âIndonesia memiliki bonus demografi yang luar biasa. Jika generasi muda kita dipersiapkan dengan baik, mereka bukan hanya akan menjadi penonton, tetapi pemain utama dalam transformasi digital dan ekonomi kreatif global,â ungkap Rahayu Saraswati.
Melalui kolaborasi hexahelix, yang meliputi pemerintah, industri, akademisi, komunitas, media, dan diaspora, Kementerian Ekraf berkomitmen memperkuat kapasitas talenta nasional dengan langkah konkret berupa pendidikan, inkubasi, serta kebijakan pendukung.
Kementerian Ekraf optimistis Indonesia mampu menjadikan disrupsi digital sebagai peluang inovasi menuju daya saing global dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Global Human Capital (GHC) Summit 2025, merupakan sebuah forum internasional yang mempertemukan pemimpin pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas untuk membahas masa depan pengembangan sumber daya manusia. Ant
- Ekonomi Kreatif
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
-
Produk Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Jepang
-
Sebanyak 79% Pemudik Telah Kembali dari Sumatera
-
Warga Belgia Korban Kecelakaan di Jalur Pendaki Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Hari Film Nasional: JYFF 2026 Perkuat Peran Generasi Muda dalam Industri Kreatif Jakarta
-
Pilihan Favorit Liburan Keluarga, 40 Ribu Orang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.