Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mayoritas Rakyat Prancis Desak Pemilu Baru, Macron Tertekan Hadapi Krisis Politik

📅 Rabu, 27 Agu 2025, 20:15 WIB | Oleh:
Mayoritas Rakyat Prancis Desak Pemilu Baru, Macron Tertekan Hadapi Krisis Politik Doc: Reuters
Ket. Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou menyampaikan pidato di Konferensi Musim Panas 'Universites d'ete' yang diselenggarakan oleh serikat pekerja Konfederasi Buruh Demokratik Prancis (CFDT) di kawasan Bierville

JAKARTA - Krisis politik di Prancis semakin memanas setelah jajak pendapat terbaru menunjukkan mayoritas rakyat menginginkan pemilihan parlemen dan presiden baru, sementara Perdana Menteri Francois Bayrou terancam kehilangan kekuasaan akibat mosi tidak percaya.

Dua dari tiga survei menyebutkan sekitar dua pertiga responden menghendaki Presiden Emmanuel Macron mundur dari jabatannya. Partai sayap kanan jauh, National Rally (RN), menjadi pilihan utama publik untuk memimpin pemerintahan berikutnya meski belum mengantongi dukungan mayoritas.

Sejak terpilih kembali pada 2022, Macron memimpin dengan parlemen yang terfragmentasi dan kabinet minoritas sehingga sulit mencapai konsensus politik. Situasi kian genting setelah Bayrou pada Senin lalu mengejutkan publik dengan mengumumkan rencana mosi tidak percaya terhadap rancangan anggaran 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 8 September.

Pengumuman tersebut memicu kekhawatiran pasar yang ditandai dengan aksi jual tajam saham dan obligasi di Prancis. Partai oposisi utama menyatakan akan menentang pemerintah, sehingga peluang kabinet Bayrou bertahan hampir mustahil.

Jika pemerintahan jatuh, Macron memiliki dua opsi, yakni menunjuk perdana menteri baru atau menggelar pemilu legislatif dadakan. Namun, sejumlah tokoh oposisi bahkan mendesaknya untuk mengundurkan diri dari kursi kepresidenan.

Macron menegaskan tidak berniat menggelar pemilu cepat maupun mengundurkan diri dari jabatannya. Namun, ini bukan kali pertama ia kehilangan perdana menteri akibat mosi tidak percaya, setelah Michel Barnier jatuh pada akhir 2024 hanya tiga bulan menjabat.

Survei dari tiga lembaga besar Ifop, Elabe, dan Toluna Harris Interactive, menggambarkan mayoritas publik menghendaki parlemen dibubarkan. Data menunjukkan 56% hingga 69% responden mendukung pemilu legislatif baru.

Jajak pendapat Elabe untuk BFM TV mengungkapkan 67% masyarakat ingin Macron mundur bila Bayrou kalah dalam mosi tidak percaya. Hasil serupa diperoleh survei Ifop untuk LCI yang memperlihatkan ketidakpercayaan mendalam publik terhadap kepemimpinan Macron.

Di sisi lain, survei Toluna Harris Interactive untuk RTL menunjukkan 41% responden mendukung RN sebagai penguasa berikutnya. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibanding partai lain, namun mayoritas publik, sebesar 59%, masih menolak perdana menteri dari kubu RN.

Alternatif yang banyak diinginkan masyarakat adalah perdana menteri dari kalangan non-politisi. Sekitar 38% responden menyatakan lebih memilih sosok baru di luar lingkaran politik tradisional untuk memimpin pemerintahan.

Meski demikian, analis Morgan Stanley memperingatkan bahwa apapun skenario yang terjadi, Prancis kemungkinan menghadapi periode ketidakpastian panjang. Menurut mereka, belum ada jaminan perdana menteri baru bisa meloloskan anggaran negara di parlemen.

Bayrou sendiri menawarkan pemangkasan anggaran senilai 44 miliar euro guna mengurangi defisit yang pada 2024 mencapai 5,8% dari PDB, hampir dua kali lipat ambang batas Uni Eropa sebesar 3%. Ia mengusulkan penghapusan dua hari libur nasional serta pembekuan sebagian besar belanja publik.

Namun, oposisi menolak usulan tersebut meski mengakui defisit dan utang negara sangat tinggi. Kelompok kiri mendorong agar beban ditanggung oleh kalangan kaya, sementara kubu kanan ekstrem menuntut fokus pada pengurangan kebijakan migrasi.

Morgan Stanley menilai kompromi di parlemen akan semakin sulit dicapai menjelang pemilu lokal pada Maret 2026. Masing-masing kelompok politik cenderung memperkuat agenda mereka demi menggaet simpati pemilih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.