Bendungan Bagong: Penopang Ketahanan Pangan dan Pengendali Banjir

Rabu, 27 Agu 2025, 23:30 WIB

JAKARTA – Bendungan memegang peran vital dalam menjaga keberlanjutan ketahanan air sekaligus ketahanan pangan nasional.

Sebagai infrastruktur sumber daya air, bendungan tidak hanya berfungsi menampung dan mengatur ketersediaan air, tetapi juga memastikan distribusi yang lebih merata sepanjang tahun.

Ket. Foto: Pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur. — Sumber: ANTARA/HO-Kementerian PU

Hal ini menjadi krusial mengingat Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim, musim kemarau panjang, serta ketidakpastian pola curah hujan yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan Bendungan Bagong memperkuat ketahanan air dan ketahanan pangan nasional di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur.

"Kita sepakat bahwa infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mencapai swasembada pangan. Salah satu contohnya adalah pembangunan bendungan yang kemudian disalurkan melalui sistem irigasi primer, sekunder, hingga tersier langsung ke lahan pertanian," ujar Dody dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (27/8).

Dia mengatakan, dengan kehadiran bendungan, fokus selanjutnya adalah percepatan pengembangan jaringan irigasi teknis. Ini penting untuk mendukung produktivitas pertanian dan meningkatkan jumlah masa panen bagi petani.

Kementerian PU terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur bendungan di berbagai wilayah Indonesia guna memperkuat ketahanan air dan ketahanan pangan nasional. Salah satu proyek strategis yang tengah dikerjakan adalah Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur.

Bendungan Bagong memiliki fungsi utama mengatur aliran Sungai Bagong untuk kemudian disalurkan ke daerah irigasi di wilayah Trenggalek. Dengan kapasitas tampung mencapai 17,40 juta m3, bendungan ini akan menjadi penyangga utama pasokan air irigasi pada Daerah Irigasi Bagong seluas 977 hektare dan menyuplai air baku sekaligus pengendali banjir di wilayah setempat.

Kehadiran Bendungan Bagong diharapkan mampu mengalirkan air ke jaringan irigasi secara kontinu, sehingga dapat menjaga ketersediaan air sepanjang tahun. Dengan suplai air yang stabil, bendungan ini akan secara signifikan mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan, terutama di musim kemarau panjang.

Ketika nanti bendungan mulai mengalirkan air irigasi ke sawah-sawah di Trenggalek, harapannya sederhana, padi tetap hijau meski hujan jarang turun, lumbung-lumbung desa penuh, dan kesejahteraan petani meningkat.

Selain manfaat irigasi, bendungan multifungsi ini juga berpotensi untuk menyuplai air baku sebesar 153 liter/detik untuk masyarakat di Kecamatan Trenggalek, Pogalan, dan Bendungan. Fungsi lainnya adalah mengurangi debit banjir Sungai Bagong sebesar 78,44 persen atau setara 85,6 hektare di Kecamatan Pogalan, Gandusari, Bendungan, dan Trenggalek.

Bendungan ini juga diharapkan memberi manfaat tambahan sebagai lokasi pariwisata dan mendukung konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Bagong. Bendungan ini memanfaatkan sumber air dari Sungai Bagong dengan luas Daerah Aliran Sungai 39,95 kilometer persegi.

Secara administrasi, Bendungan Bagong berada di Desa Sengong dan Sumurup atau sekitar 10 kilometer dari pusat kota Kabupaten Trenggalek. Pembangunan bendungan secara kontrak mulai dikerjakan pada Desember 2018. Secara keseluruhan progres pembangunan Bendungan Bagong hingga pekan terakhir Agustus 2025 telah mencapai 77,29 persen dan ditargetkan rampung tahun 2028.

Dengan demikian, bendungan bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi investasi jangka panjang untuk menjamin ketahanan air, menjaga stabilitas pangan, serta memperkokoh fondasi pembangunan berkelanjutan Indonesia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.