- Home
-
- Megapolitan
-
- Perhatikan Pengalihan Jalu...
Perhatikan Pengalihan Jalur Transjakarta karena Demo Depan DPR
Senin, 25 Agu 2025, 13:47 WIBJAKARTA â Masyarakat yang akan naik Transjakarta hendaknya memperhatikan karena ada pengalihan jalur, terutama yang melintas sekitar DPR lantaran ada aksi unjuk rasa.
Pengalihan rute dan penghentian operasi sementara beberapa rute imbas penutupan Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan Gedung DPR/MPR/ DPD karena ada unjuk rasa di lokasi tersebut pada Senin. Koridor yang dialihkan, yakni Koridor 9 yang meliputi rute 1W (Blok M-Ancol), 3F (Kalideres-Senayan Bank DKI, 9A (Cililitan-Grogol), 10 H (Tanjung Priok-Bundaran Senayan), T31 (PIK-Blok M) dan S61 (Alam Sutera-Blok M).
Sementara ini, arah Pluit tidak melayani Halte Gerbang Pemuda dan Halte Petamburan. "Situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan," kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani di Jakarta. Untuk informasi terbaru seputar layanan Transjakarta, pelanggan bisa mengakses di aplikasi TJ: Transjakarta dan juga akan diinformasikan di sosial media.
Sedangkan rute 8N (Kebayoran-Petamburan via Asia Afrika) mengalami perpendekan jalur, sementara ini arah Petamburan tidak melayani titik pemberhentian (bus stop) DPR/MPR/DPD RIÂ sampai RS TNI AL Mintoharjo. Kemudian, rute 1B (Tosari-Stasiun Palmerah) dan 1F (Bundaran Senayan-Stasiun Palmerah) sementara tidak melayani penumpang.
Kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan Gedung DPR/MPR/DPD RIÂ terutama yang mengarah ke Grogol atau Slipi dialihkan menuju ke Jalan Gerbang Pemuda karena ada unjuk rasa. Sebanyak 1.250 personel gabungan dari Polri, TNI dan Pemda DKI dikerahkan untuk mengamankan demonstrasi tersebut.
Tembakkan Meriam Air
Petugas Kepolisian menembakkan meriam air (water cannon) untuk menghalau massa aksi unjuk rasa yang mulai anarkis dengan melempari petugas di depan Gedung DPR/MPR/DPD pada Senin siang. Pantauan di lokasi petugas Kepolisian terus memukul mundur massa aksi dengan menyisir Jalan Gatot Subroto.
Petugas juga terus mengimbau kepada massa aksi untuk mundur dan meninggalkan lokasi aksi karena situasi sudah tidak kondusif. Massa yang terdesak terus mundur perlahan dan meninggalkan lokasi unjuk rasa dengan mencoba melemparkan barang yang ada kepada petugas.
Selain menembakkan meriam air, petugas juga menembakkan gas air mata untuk menghalau para pengunjuk rasa. Saat ini para pengunjuk rasa telah dipukul mundur mengarah ke Jalan Gerbang Pemuda.
Sebanyak 1.250 personel gabungan dari Polri, TNI dan Pemda DKI dikerahkan untuk mengamankan unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Gedung DPR/MPR/DPDÂ RI dan petugas dipastikan humanis dalam mengawal aksi tersebut.
"Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro di Jakarta, Senin. Pengamanan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran penyampaian aspirasi publik. Petugas yang berjaga sebanyak 1.250 personel, baik dari TNI, Polri maupun petugas Pemda DKI Jaka. Pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis, tanpa penggunaan senjata api oleh personel yang bertugas.
- aksi unjuk rasa
- Tunjangan DPR
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Merampok Uang Rakyat Atas Nama Tunjangan-tunjangan yang Bejibun
-
Gubernur ke Rumah Duka Andika Lutfi, Tapi Kok Tidak Menjanjikan Apa-apa Ya, Termasuk Wapres. Usut Kekerasan Aparat atas 10 Korban Jiwa
-
Bali Dilanda Banjir Besar, Happy Salma Harapkan Penerapan Keseimbangan Tata Ruang
-
Pemkot Jaktim Amankan Stok Pangan
-
Aksi unjuk rasa Hari Perempuan Sedunia di Ternate
-
Wagub: Ojol Silakan Unjuk Rasa. Tolong Jaga Jakarta Juga
-
Usai DPR Disorot, Tunjangan Rumah DPRD DKI Rp 70 Juta Bikin Rakyat Mendidih
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.