Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menelusuri Pencemaran Akibat Tambang Emas di Sungai

📅 Senin, 25 Agu 2025, 23:45 WIB | Oleh:
Menelusuri Pencemaran Akibat Tambang Emas di Sungai Doc: Antara
Ket. Aktivitas perakitan kapal pengeruk emas di aliran Sungai Woyla, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (21/8/2025).

Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mulai menelusuri dugaan pencemaran lingkungan akibat adanya aktivitas pengerukan emas di aliran Sungai Woyla, kabupaten setempat yang saat ini meresahkan masyarakat.

“Kita cek dulu dengan menurunkan tim, apakah ada pencemaran lingkungan atau tidak,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi di Meulaboh, Senin.

Hal ini ia sampaikan terkait maraknya keluhan masyarakat, yang melaporkan adanya aktivitas pengerukan emas menggunakan kapal di aliran Sungai Woyla di pedalaman Aceh Barat.

Tarmizi mengatakan pemeriksaan lingkungan ini sangat penting dan perlu dilakukan, karena aktivitas tersebut dikhawatirkan dapat merusak lingkungan, karena menimbulkan berbagai kerugian di masyarakat.  

“Kalau misalnya ada penggunaan air raksa atau merkuri di aliran sungai, tentu hal ini sangat berbahaya,” katanya.  

Selain itu, kata Tarmizi, akibat adanya aktivitas pengerukan tanah oleh aktivitas penambangan emas di aliran sungai menggunakan kapal pengeruk, hal tersebut juga berdampak terhadap pergeseran arus sungai.

Berdasarkan laporan dan informasi yang ia terima, pengerukan pasir di aliran sungai yang kemudian pasir ditumpuk di pinggir sungai, dapat menyebabkan terjadinya erosi dan jatuhnya tebing sungai.

Selain itu, dampak lingkungan lainnya dapat menyebabkan terputusnya akses jalan yang selama ini digunakan sebagai sarana transportasi masyarakat di pedesaan.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga akan mempertanyakan hal ini ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Wilayah Aceh, apakah penambangan tersebut telah memiliki izin atau tidak, termasuk pembuangan limbah dari aktivitas tambang emas.   

Selain itu, kata dia, akibat maraknya pengangkutan material kontainer yang berisi kapal tambang, juga telah menyebabkan kerusakan badan jalan dan jembatan di sepanjang lintasan yang dilalui truk.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga meminta Dinas ESDM Aceh agar dapat memperjelas persoalan perizinan PT Magellanic Garuda Kencana selaku perusahaan penambang emas di Aceh Barat, yang diduga sampai saat ini belum selesai.

“Informasi yang kami terima, masih ada perizinan yang belum clear terhadap perusahaan ini, makanya harus diperjelas,” katanya.

Bupati Tarmizi mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sangat mendukung kehadiran investor di daerah untuk berinvestasi.

Namun, kata dia, jika investor hadir lalu kemudian mempekerjakan tenaga asing, tentu hal tersebut sangat merugikan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.