Bangkrut! Raksasa Properti Grup Evergrande Tiongkok Dihapus dari Bursa Saham Hong Kong

Senin, 25 Agu 2025, 14:00 WIB

HONG KONG - Saham China Evergrande Group yang terlilit utang besar ditarik dari Bursa Efek Hong Kong pada hari Senin (25/8), menandai pembalikan nasib buruk bagi pengembang properti yang pernah berkembang pesat itu.

Sebuah komite di bursa telah memutuskan awal bulan ini untuk membatalkan pencatatan Evergrande setelah gagal memenuhi tenggat waktu Juli untuk melanjutkan perdagangan -- yang ditangguhkan sejak awal tahun lalu.

Ket. Foto: Logo perusahaan Evergrande terlihat di kantor pusat China Evergrande Group di Shenzhen, provinsi Guangdong, Tiongkok, Minggu (26/9/2021). — Sumber: ANTARA

Penghapusan pencatatan pada hari Senin menandai tonggak sejarah terbaru bagi perusahaan yang kemerosotannya telah menjadi simbol kesengsaraan sektor properti Tiongkok yang sudah berlangsung lama.

Pernah menjadi perusahaan real estat terbesar di negara itu, Evergrande bernilai lebih dari $50 miliar pada puncaknya dan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang pesat dalam beberapa dekade terakhir.

Namun, negara itu gagal bayar pada tahun 2021 setelah bertahun-tahun berjuang membayar kreditor.

Pengadilan Hong Kong mengeluarkan perintah likuidasi untuk Evergrande pada Januari 2024, memutuskan bahwa perusahaan tersebut gagal membuat rencana pembayaran utang yang sesuai.

Likuidator telah mengambil langkah-langkah untuk memulihkan investasi kreditor, termasuk mengajukan gugatan terhadap PwC dan cabangnya di Tiongkok daratan atas peran mereka dalam mengaudit pengembang yang terlilit utang.

Beban utang perusahaan lebih besar dari jumlah yang diperkirakan sebelumnya sebesar $27,5 miliar, menurut pengajuan awal bulan ini yang dikaitkan dengan likuidator Edward Middleton dan Tiffany Wong.

Pernyataan itu menambahkan bahwa China Evergrande Group adalah perusahaan induk dan likuidator telah mengambil alih kendali lebih dari 100 perusahaan dalam grup tersebut.

Kisah Evergrande -- dan masalah serupa yang dihadapi raksasa properti lainnya termasuk Country Garden dan Vanke -- telah diikuti secara ketat oleh para pengamat yang menilai kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Setelah ledakan konstruksi selama beberapa dekade yang didorong oleh urbanisasi yang pesat, sektor properti Tiongkok mulai menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan pada tahun 2020, ketika Beijing mengumumkan aturan baru untuk membatasi pinjaman yang berlebihan.

Dengan gagal bayar Evergrande tahun berikutnya dan komplikasi lain di seluruh industri yang terus berlanjut, kembalinya ke tahun-tahun kejayaan terbukti sulit dipahami oleh para pembuat kebijakan.

Krisis ini juga telah melemahkan sentimen konsumen pada saat para ekonom berpendapat bahwa Tiongkok harus beralih ke model pertumbuhan baru yang lebih didorong oleh belanja domestik daripada investasi.

Harga rumah baru di 70 kota di Tiongkok terus turun pada bulan Juli, data resmi menunjukkan awal bulan ini.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

Berita Terbaru

Kabar Baik untuk Seniman Kepri! Kemenkum Dampingi Pencatatan Hak Cipta Karya Lagu dan Lukis

Jangan Diabaikan Catatan Sejarah Ini! Sesar Flores Beberapa Kali Hasilkan Gempa Dahsyat

Terobosan Baru! Pemkab Probolinggo dan IPB Berkolaborasi Wujudkan Pesantren Mandiri Pangan

Wisatawan Jangan Panik, Pemerintah Pastikan Labuan Bajo Aman Pascagempa

The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia

Darurat Pascagempa Flores! Evakuasi Warga Dipercepat demi Keselamatan

Penanganan Gempa NTT Dikebut! Pemerintah Pastikan Respons Bencana Terkoordinasi

Semoga Tidak Ada Jatuh Korban, Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong

Review dan Easter Eggs Trailer Avengers: Doomsday Special Look D23, Doctor Doom Bersekutu dengan Sentinel Jadi Ancaman Dunia

Aksi 'Mapalus' untuk Mencegah Stunting dan Meningkatkan SDM

Memeriahkan HUT RI dengan Lomba Bersama Warga Binaan Lapas Gorontalo

56 Tim ikut Meramaikan Kompetisi Basket 3X3 Hut RI di Bandara Sultan Hasanuddin

Menyambut HUT RI dengan Kerja Bakti Membersihkan Rumah Ibadah

Karnaval Budaya untuk Memperingati HUT RI di Distrik Kurik

Memanfaatkan Mobil Water Canon untuk Menyalurkan Air Bersih untuk Warga yang Terdampak kekeringan

Program BIAS Dapat Memperkuat Kekebalan Tubuh Anak

Persebaya Menang Tipis 1-0 atas Penang FC di Stadion Gelora Bung Tomo

Daftar 13 Atlet Panjat Tebing yang Akan Tampil di Asia Youth Championship di China

Logistik Negara Digerakkan: Bulog Salurkan Beras & Migor untuk Warga Terdampak Gempa Flores

Angin Kencang Merusak Sejumlah Rumah Warga di Sigi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.