Pemkot Bandung Gelar Simulasi Gempa untuk Latihan Kesiapsiagaan Warga Hadapi Potensi Bencana

Minggu, 24 Agu 2025, 19:30 WIB

BANDUNG - Sesaat gempa bumi mengguncang kawasan Sekeloa Kota Bandung, suara sirine meraung, warga berhamburan menuju titik kumpul evakuasi dan tim medis bergegas berlari.

Begitulah suasana simulasi kebencanaan yang digelar di RW 15 Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong pada Sabtu (23/8).

Ket. Foto: — Sumber: Humas Kota Bandung

Simulasi dimulai dengan pemukulan kentongan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, sebagai tanda keadaan darurat.

Dalam skenario tersebut, pukul 08.00 WIB terjadi gempa berkekuatan 4,2 magnitudo akibat pergeseran Sesar Lembang pada kedalaman 18 kilometer, dengan guncangan selama 7 detik.

Warga pun langsung melakukan prosedur penyelamatan diri sebagaimana telah disosialisasikan.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 600 warga dari berbagai usia, yang bersama-sama dilatih untuk menghadapi kondisi darurat bencana.

Wali Kota Muhammad Farhan menuturkan bahwa latihan ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Apalagi Kota Bandung berada di wilayah rawan karena dekat dengan Sesar Lembang.

“Simulasi bencana ini harus melibatkan masyarakat. Semakin banyak warga yang ikut, semakin bagus. Karena tujuannya adalah meningkatkan kesadaran. Latihan ini tidak boleh hanya sekali, tetapi harus diulang-ulang di semua tempat dan disosialisasikan melalui berbagai media,” ungkap Wali Kota Farhan.

Di tempat yang sama, Kepala BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengungkapkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci keselamatan ketika bencana terjadi.

“Kuncinya adalah kapasitas masyarakat, mereka harus tahu apa yang harus dilakukan,” kata Didi.

Menurut dia, potensi gempa akibat Sesar Lembang bisa mencapai 6,5 – 7 magnitudo, dengan dampak yang bisa berada pada level 8 (sedang hingga berat).

“Kalau sekarang kita berlatih, saat kejadian sebenarnya kita akan lebih siap. Jangan tunggu bencana, tapi ubah cara pandang, sebelum bencana kita harus latihan,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, Iman Lestariyono, juga hadir dan mengingatkan pentingnya prioritas anggaran untuk mitigasi bencana.

“Sesar Lembang itu dekat, dan Bandung memang belum pernah mengalami bencana besar. Semoga tidak terjadi. Tapi kita tidak boleh lengah. Anggaran untuk edukasi dan mitigasi bencana harus diprioritaskan. Bencana bisa terjadi kapan saja, kepada siapa saja,” ujar dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.