Rivalitas “Sincaraz” Siap Panaskan Persaingan US Open

Jumat, 22 Agu 2025, 09:36 WIB

NEW YORK, AMERIKA SERIKAT - Pertarungan sengit antara Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz kembali jadi sorotan utama saat US Open dimulai hari Minggu (24/8). Dua bintang muda ini dianggap sebagai pewaris sah kejayaan tenis putra setelah era Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic mulai meredup.

Dalam lima pertemuan Grand Slam terakhir, keduanya selalu menyajikan duel dengan intensitas tinggi yang tak kalah legendaris dibanding persaingan Big Three. Tahun ini, giliran Alcaraz lebih dulu mencuri panggung lewat kemenangan menegangkan di final French Open, menundukkan Sinner dalam lima set: 4-6, 6-7(4), 6-4, 7-6(3), 7-6(10/2).

Ket. Foto: Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz — Sumber: AFP

Sinner membalas di Wimbledon bulan lalu, merebut gelar perdananya di All England Club setelah menang empat set: 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.

“Saya masih terus belajar dari Carlos. Ada hal-hal yang ia lakukan lebih baik dari saya. Itu yang akan kami perbaiki, karena saya tahu ia akan datang menyerang lagi,” ujar Sinner usai juara Wimbledon.

Kisah klasik keduanya juga pernah tercipta di Flushing Meadows 2022, ketika bertarung selama 5 jam 15 menit di perempat final. Duel itu baru berakhir hampir pukul tiga dini hari, dengan Alcaraz akhirnya keluar sebagai pemenang sebelum menjuarai turnamen.

“Setiap kali saya melawan Jannik, level permainan kami selalu luar biasa. Saya rasa tidak ada pasangan lain di tur ini yang mampu menghasilkan level setinggi itu,” kata Alcaraz.

Legenda Australia, Rod Laver, bahkan menyebut persaingan Sinner–Alcaraz sebagai anugerah. “Rivalitas mereka adalah hadiah bagi tenis, ditambah rasa hormat tulus yang mereka tunjukkan satu sama lain. Menang atau kalah, mereka selalu tampil dengan kegembiraan, kelas, dan sportivitas. Itulah yang membuat mereka juara sejati,” tulis Laver di media sosial.

US Open kali ini memberi lapisan tambahan dalam perebutan supremasi. Selain gelar juara, posisi nomor satu dunia juga dipertaruhkan.

Alcaraz memangkas jarak di peringkat ATP setelah memenangi Cincinnati Open pekan lalu, meski partai final berakhir cepat karena Sinner mundur akibat sakit ketika tertinggal 0-5. Kini, hanya 2.000 poin yang memisahkan keduanya. Sinner kemungkinan harus juara US Open untuk mempertahankan takhta, sementara Alcaraz bisa merebutnya kembali jika melangkah satu babak lebih jauh.

Meski begitu, catatan impresif Sinner di lapangan keras tak bisa diabaikan. Sebelum mundur di Cincinnati, ia membukukan 26 kemenangan beruntun di permukaan tersebut. Di New York, ia mengawali langkag  dengan laga melawan Vit Kopriva dengan kemungkinan bertemu Jack Draper di perempat final.

Di sisi lain, jalur Alcaraz menuju final bisa mempertemukannya dengan Novak Djokovic yang kini berusia 38 tahun.

Djokovic, juara US Open 2023, datang dengan tekad memperpanjang rekor ke-24 Grand Slam tunggalnya menjadi 25. Namun peluangnya semakin sempit. Sejak kalah di final Wimbledon 2023 dari Alcaraz, ia belum lagi mencapai partai puncak Grand Slam.

Meski begitu, Djokovic menegaskan dirinya belum habis. “Terlepas dari kenyataan bahwa saya belum menjuarai Grand Slam tahun ini maupun tahun lalu, saya merasa masih bisa bermain tenis terbaik di turnamen besar. Inilah turnamen yang paling saya pedulikan di tahap karier saya sekarang,” tegasnya.

Dengan latar persaingan segitiga Sinner–Alcaraz–Djokovic, Flushing Meadows kembali bersiap jadi panggung epik. Rivalitas “Sincaraz” bisa saja melahirkan babak baru yang akan tercatat dalam sejarah tenis modern.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.