Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlu Kolaborasi untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

📅 Jumat, 22 Agu 2025, 02:07 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perlu Kolaborasi untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Doc: koran jakarta/ones
Ket. Sumber: BPS – Litbang KJ/and

Jakarta – Target ambisius pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen telah dideklarasikan sebagai sasaran bersama seluruh elemen bangsa. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan target pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan sasaran bersama seluruh pemangku kepentingan di negeri ini.

“Pertumbuhan menuju 8 persen bukan hanya sasaran pemerintah, melainkan sasaran bersama yang memerlukan kolaborasi, termasuk dari lembaga think tank, akademisi, dan swasta dalam pencapaiannya, melalui analisis data, kajian, serta inovasi kebijakan yang relevan, objektif, kritis, dan membangun,” kata Rachmat di Jakarta, Kamis (21/8).

Seperti dikutip dari Antara, dalam diskusi “Tea Time Talk: Menyelami Pertumbuhan Ekonomi” bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Chief Economist, Menteri PPN menyebut pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu sasaran utama, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Pencapaian target tersebut, ujarnya, manifestasi dari transformasi menuju Indonesia Emas 2045 serta Asta Cita, yang menekankan pertumbuhan tinggi dan berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penurunan kemiskinan untuk mewujudkan pembangunan inklusif.

Tahun 2025, lanjutnya, perekonomian Indonesia menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan triwulan II tercatat sebesar 5,12 persen, kendati dihadapkan pada tantangan global. Angka ini dinilai mencerminkan ketahanan ekonomi nasional sekaligus keberhasilan langkah pemulihan yang konsisten.

“Forum ini menjadi momentum strategis untuk memaparkan perkembangan ekonomi terkini, memberikan pemahaman mengenai metode pencatatan aktivitas ekonomi, serta membuka ruang diskusi dan kolaborasi lintas pihak,” ucap Rachmat.

Data Penting

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan pihaknya terus menjunjung prinsip keterbukaan, independensi, dan standar internasional dalam penyusunan data.

Ia mengatakan, realisasi dan pertumbuhan ekonomi dinyatakan sebagai data penting dalam proses perencanaan dan pembuatan kebijakan dari sisi pemerintah maupun swasta.

Menurut dia, kinerja BPS dalam penyediaan data berkualitas dianggap menjadi salah satu kunci dari pembuatan kebijakan berbasis bukti yang dilakukan pemerintah.

“Melalui data tersebut, perencanaan dapat dilakukan dengan objektif dan relevan untuk mencapai sasaran pembangunan nasional,” ungkap Amalia.

Sebagai wujud komitmen Kementerian PPN/Bappenas dalam mendorong transparansi dan dialog konstruktif, kegiatan diskusi ini diadakan agar setiap kebijakan ekonomi yang ditempuh benar-benar berbasis data, bukan persepsi, demi terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

FK UB Tingkatkan Kapasitas Nakes Kendalikan Resistensi Antimikroba

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
FK UB Tingkatkan Kapasitas ...
Daerah
Lewat Gebyar Pajak 2026, Pe...
Daerah
Wali Kota Bandung Dorong So...
Megapolitan
Dukung Pelestarian Bahasa L...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.