- Home
-
- Luar Negeri
-
- Gubernur The Fed Lisa Cook...
Gubernur The Fed Lisa Cook Tolak Desakan Mundur Usai Dituding Lakukan Penipuan Hipotek
Kamis, 21 Agu 2025, 19:00 WIBJAKARTA - Gubernur Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed), Lisa Cook, menegaskan akan tetap menjalankan tugasnya meski berada di bawah tekanan politik dan tuduhan serius mengenai dugaan penipuan hipotek. Cook menyampaikan hal itu pada Rabu malam dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis melalui juru bicara The Fed, setelah Presiden Donald Trump mendesaknya mundur melalui unggahan di media sosial.
"Saya tidak berniat diintimidasi untuk mundur dari jabatan saya hanya karena beberapa pertanyaan yang muncul di twit," ujar Cook.
Ia menambahkan, dirinya berkomitmen untuk memberikan jawaban yang transparan.Â
"Saya bermaksud untuk menanggapi pertanyaan apa pun tentang riwayat keuangan saya dengan serius sebagai anggota Federal Reserve, dan oleh karena itu saya mengumpulkan informasi yang akurat untuk menjawab pertanyaan yang sah dan memberikan fakta."
Kasus ini mencuat setelah Direktur Badan Keuangan Perumahan Federal (FHFA), Bill Pulte, melayangkan surat resmi kepada Jaksa Agung AS Pam Bondi dan pejabat Departemen Kehakiman Ed Martin pada 15 Agustus. Dalam surat tersebut, Pulte menuduh Cook memalsukan dokumen bank dan catatan properti untuk memperoleh persyaratan pinjaman yang lebih menguntungkan, sehingga berpotensi melanggar undang-undang pidana tentang penipuan hipotek.
Bloomberg melaporkan bahwa tuduhan ini terkait dua hipotek yang dimiliki Cook. Namun hingga kini, belum ada dakwaan hukum yang diajukan. Masih belum jelas pula apakah Jaksa Agung Bondi akan menindaklanjuti permintaan FHFA untuk membuka penyelidikan resmi.
Trump segera menanggapi laporan tersebut dengan menuntut agar Cook mundur. Dalam unggahan di platform media sosial X pada Rabu pagi, ia menilai keberadaan Cook di The Fed sudah tidak layak dipertahankan. Dukungan politik dari Trump memberi bobot tambahan pada tuduhan yang awalnya masih berupa klaim administratif dari FHFA.
Setelah Cook menegaskan akan tetap bertahan, Pulte kembali mengeluarkan pernyataan keras.
Melalui akun X, ia menulis: "Tulis apa pun yang Anda atau pengacara Anda inginkan, Nona Cook, Anda telah tertangkap berdasarkan dokumen hipotek, bukan tweet."
Dalam wawancara dengan CNBC pada hari yang sama, Pulte menyebut dugaan penipuan hipotek sebagai ancaman eksistensial bagi stabilitas lembaga pinjaman perumahan federal yang berada di bawah pengawasan FHFA. Ia menegaskan pihaknya akan menempuh jalur hukum jika bukti yang ada terbukti sah.Â
"Kami akan menuntutnya," tegas Pulte.
Lisa Cook dikenal sebagai salah satu ekonom berpengaruh di Amerika Serikat. Ia dilantik menjadi anggota Dewan Gubernur The Fed pada 2022, sekaligus menjadi perempuan Afrika-Amerika pertama yang menjabat posisi tersebut. Cook memiliki latar belakang akademis panjang, termasuk pernah menjadi profesor di Michigan State University dan penasihat ekonomi di Gedung Putih era Presiden Barack Obama.
Kehadirannya di The Fed dinilai penting dalam memperluas representasi dan keragaman dalam kebijakan moneter AS. Ia juga berperan dalam diskusi penting seputar inflasi, kebijakan suku bunga, dan stabilitas sektor perbankan pascakrisis pandemi COVID-19. Karena itu, desakan mundur terhadapnya bukan hanya sekadar isu personal, tetapi berimplikasi pada kepercayaan publik terhadap independensi The Fed.
Perseteruan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan politik di AS menjelang pemilihan presiden 2026. Trump, yang kembali aktif di panggung politik, kerap menggunakan media sosial untuk menyerang pejabat atau institusi yang dianggap tidak sejalan dengannya. Tekanannya terhadap Cook dianggap sebagian kalangan sebagai upaya untuk melemahkan otoritas Federal Reserve, lembaga yang secara hukum harus independen dari pengaruh politik.
The Fed saat ini sedang menghadapi tantangan besar, termasuk menjaga stabilitas inflasi, mengatur suku bunga di tengah ketidakpastian ekonomi global, serta mengawasi risiko di sektor perumahan dan perbankan. Polemik yang melibatkan salah satu gubernurnya berpotensi mengganggu fokus lembaga tersebut dalam menjalankan mandatnya.
Sejumlah pakar ekonomi memperingatkan bahwa jika tuduhan terhadap Cook tidak segera diluruskan, pasar bisa bereaksi negatif. Namun, jika Cook mampu membuktikan dirinya bersih dari tuduhan, kasus ini justru bisa memperkuat independensi The Fed dengan menunjukkan bahwa pejabatnya tidak mudah tunduk pada tekanan politik.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah Jaksa Agung Pam Bondi akan membuka penyelidikan formal. Situasi ini masih menjadi sorotan media dan publik, terutama karena melibatkan tokoh penting di bank sentral AS.
Cook, sementara itu, tetap menegaskan komitmennya untuk bertahan di posisinya.
"Saya bermaksud melanjutkan tugas saya sebagai gubernur Federal Reserve, sesuai sumpah dan tanggung jawab saya," tegasnya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Bisa Ditandatangani di Eropa Dalam Beberapa Hari ke Depan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.