Penyebab Kematian Matthew Perry Makin Jelas! Pengedar Narkoba 'Si Ratu Ketamin' Mengaku Bersalah
Selasa, 19 Agu 2025, 10:16 WIBLOS ANGELES - Seorang pengedar narkoba yang dijuluki "Ratu Ketamin" setuju untuk mengaku bersalah atas penyediaan obat-obatan yang menewaskan aktor "Friends" Matthew Perry, kata Departemen Kehakiman AS, Senin (18/8).
Jasveen Sangha (42) akan mengakui sejumlah tuduhan, salah satunya mengenai distribusi ketamin yang mengakibatkan kematian atau cedera tubuh serius yang berkaitan dengan mendiang Matthew Perry.
Sangha, yang diperkirakan akan mengajukan pembelaannya secara resmi dalam beberapa minggu mendatang, adalah warga negara ganda Amerika Serikat dan Inggris. Ia telah berada dalam tahanan federal AS sejak Agustus 2024.
Dia akan menjadi orang kelima yang mengakui keterlibatannya dalam kematian aktor tersebut, yang secara terbuka telah berjuang selama puluhan tahun melawan kecanduan zat terlarang.
Matthew Perry (54) ditemukan tewas di bak mandi air panas rumahnya di Los Angeles pada Oktober 2023.
Investigasi kriminal diluncurkan segera setelah otopsi menemukan ketamin dengan kadar yang tinggi dalam sistem tubuhnya.
Bulan lalu, Dr Salvador Plasencia mengaku bersalah atas empat tuduhan distribusi ketamin dalam beberapa minggu sebelum kematian Perry.
Dokter lain, Mark Chavez, tahun lalu mengaku berkonspirasi untuk mendistribusikan ketamin kepada Perry.
Plasencia diduga membeli ketamin dari Chavez dan menjualnya kepada aktor Amerika-Kanada tersebut dengan harga yang sangat tinggi.
"Saya ingin tahu berapa yang akan dibayar orang tolol ini," tulis Plasencia dalam satu pesan teks.
Menurut perjanjian pembelaannya, Sangha bekerja sama dengan seorang perantara, Erik Fleming, untuk menjual 51 botol ketamin kepada asisten pribadi Perry, Kenneth Iwamasa.
Iwamasa berulang kali menyuntik Perry dengan ketamin yang disediakan Sangha, termasuk pada tanggal 28 Oktober 2023, ketika ia memberikan sedikitnya tiga suntikan ketamin Sangha, yang menewaskan aktor tersebut.
Departemen Kehakiman mengatakan ketika Sangha mendengar berita tentang kematian mendadak Perry, dia mencoba menutupi jejaknya.
"Hapus semua pesan kami," perintahnya kepada Fleming.
Ketika penyidik menggerebek rumah Sangha, mereka menemukan metamfetamin, ketamin, ekstasi, kokain, dan pil Xanax palsu, serta mesin hitung uang, timbangan, dan perangkat untuk mendeteksi sinyal nirkabel dan kamera tersembunyi, menurut Departemen Kehakiman.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.