MPR DPR DPD Berjingkrak-jingkrak Bergoyang Ria Tunjangan Naik, Rakyat dalam Jeratan Judol, Negara Bakal Utang 781 Triliun Lagi
Selasa, 19 Agu 2025, 15:13 WIBJAKARTA- Ada momen viral yang memiriskan saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Jumat (15/8). Saaat itu, para pejabat mulai dari anggota dewan hingga para menteri kompak berjoget ketika lagu âGemu Fa Mi Reâ diputar.
Momen itu terjadi masih dalam suasana sidang di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat tersebut. Mereka kompak berjoget bersama usai mendengarkan pidato Presiden Prabowo Subianto. Momen ini lantas menjadi kontroversi di media sosial karena sangat tidak pantas hal itu dilakukan para anggota MPR, DPR, DPR, Menteri dan pejabat dalam suasana seperti itu.
Apalagi di saat rakyat miskin tetap masih banyak. Rakyat diguyur beras oplosan dan berkutat dalam jeratan judol. Mereka joget karena konon tunjangan naik di saat pemerintahan berencana menarik utang baru senilai 781,87 triliun tahun depan seperti tercatat dalam Buku II Nota Keuangan Beserta RAPBN 2026.
Sementara itu, dikabarkan gaji dan tunjangan serta bantuan lain yang diterima anggota atau pimpinan DPR, totalnya dapat mencapai 50 juta per bulan. Ini masih ditambah dengan tunjangan rumah tiap bulansampai 50 juta. Maka, tidak heran jika perhitungannya mencapai 100 juta per bulan untuk tiap anggota dewan atau sekitar 3 juta per hari.
Sedangkan Wakil Ketua DPR Adies Kadir mengatakan bahwa goyangan dalam Sidang Tahunan Jumat (15/8) karena mendengar musik yang dimainkan oleh grup musik taruna sejumlah lembaga pendidikan. Dengan lagu yang memiliki irama bersemangat, dia menilai bahwa para anggota DPR terbawa untuk berjoget.
"Goyangnya juga tidak ke mana-mana, hanya berdiri di kursinya masing-masing," kata Adies usai memimpin rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa. Dia minta joget jangan dilebih-lebihkan.
Gaya anggota DPR hingga menteri-menteri yang berjoget ria saat acara Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD menuai sorotan. Publik menilai sikap pejabat tidak prihatin dengan kondisi rakyat yang sedang kesusahan. Ketua MPR Ahmad Muzani malah menganggap normal aksi pejabat yang berjoget tersebut karena mendengar musik.
Sebenarnya orang joget mendengar lagu itu sesuatu yang otomatis. Kalau mendengar lagu, apalagi lagunya pas dengan irama-irama yang menyenangkan, wajar tubuh bergerak. Namun, boleh saja itu dilakukan, tapi tidak di gedung parlemen yang mestinya sakral. Kasian rakyat hanya dapat melihat wakilnya jingkrak-jingkrak, sedangkan rakyat mungkin belum makan sepanjang hari, karena belum ada sumbangan. Kalau DPR kan memang tunjangannya seabkrek-abrek, jauh lebih dari cukup untuk hidup. Juga jauh lebih dari nilai kinerja mereka.
- Nota Keuangan
- DPR Bergoyang
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.