'Skibidi' dan 'Tradwife': Kata-kata Medsos Populer yang Ditambahkan ke Kamus Cambridge, Apa sih Artinya?
Senin, 18 Agu 2025, 16:25 WIBLONDON - Kata-kata yang dipopulerkan oleh Gen Z dan Gen Alpha termasuk "skibidi", "delulu", dan "tradwife" termasuk di antara 6.000 entri baru dalam edisi daring Kamus Cambridge selama setahun terakhir, kata penerbitnya, Senin (18/8).
Cambridge University Press mengatakan tradwife, gabungan dari kata traditional wife, mencerminkan "tren Instagram dan TikTok yang berkembang dan kontroversial yang merangkul peran gender tradisional".
Kamus tersebut juga menerima tantangan untuk mendefinisikan skibidi, sebuah kata yang dipopulerkan dalam meme daring, sebagai istilah yang memiliki "berbagai makna seperti keren atau buruk, atau dapat digunakan tanpa makna yang sebenarnya".
Kata-kata tak masuk akal itu disebarkan oleh saluran YouTube bernama Skibidi Toilet dan dikaitkan dengan konten tak masuk akal dan "otak busuk" yang ditemukan di media sosial dan dikonsumsi oleh gaya hidup digital Gen Alpha yang sangat dominan.
Kamus mendefinisikan delulu, yang berasal dari kata delusional, sebagai "mempercayai hal-hal yang tidak nyata atau benar, biasanya karena Anda memilih untuk melakukannya".
Sebagai contoh, dikutiplah pidato tahun 2025 di parlemen saat Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menggunakan frasa delulu with no solulu.
"Tidak setiap hari Anda bisa melihat kata-kata seperti skibidi dan delulu masuk ke dalam Kamus Cambridge," kata Colin McIntosh, manajer Program Leksikal di Kamus Cambridge.
"Kami hanya menambahkan kata-kata yang kami yakini akan bertahan lama. Budaya internet mengubah bahasa Inggris dan dampaknya sangat menarik untuk diamati dan diabadikan dalam kamus," imbuh dia.
Frasa baru lainnya termasuk "lewk", yang digunakan untuk menggambarkan tampilan mode unik dan dipopulerkan oleh RuPaul's Drag Race, dan "inspo", kependekan dari inspiration.
Budaya bekerja dari rumah telah memunculkan "mouse jiggler", yang merujuk pada cara berpura-pura bekerja padahal tidak.
Ada pula "forever chemical", bahan kimia buatan manusia yang bertahan di lingkungan selama bertahun-tahun dan telah mendapat perhatian karena meningkatnya kekhawatiran tentang dampak perubahan iklim yang tidak dapat diubah lagi terhadap kesehatan manusia dan tanaman. AFP/I-1
Berita Terkait:
-
Gubernur Pramono Akan Berikan Program Beasiswa LPDP Khusus DKI Mulai Tahun 2027
-
Bezzecchi Juara MotoGP Brasil, Catat Rekor Empat Kemenangan Beruntun
-
Menlu Sugiono Hubungi Menlu Iran, Tawarkan Lagi Kesiapan Indonesia Tengahi Konflik
-
PLN UID Jakarta Raya Layani 1.100 Pelanggan Lewat Pasang Baru dan Tambah Daya
-
Kali Cipinang Meluap, 19 RW Terendam
-
Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Bagi Industri Pembiayaan
-
Menhub Ungkap FWA Bisa Urai Kepadatan Mudik Lebaran 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.