Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kadin Bogor: Pasar Citayam Jadi Pusat Baru Pertumbuhan Ekonomi

25 Senin, 18 Agu 2025, 17:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kadin Bogor: Pasar Citayam Jadi Pusat Baru Pertumbuhan Ekonomi Kadin Bogor: Pasar Citayam Jadi Pusat Baru Pertumbuhan Ekonomi Doc: ANTARA
Ket. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor, Sintha Dec Checawaty, pada peresmian Pasar Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.  

KABUPATEN BOGOR – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor, Sintha Dec Checawaty, menegaskan hadirnya Pasar Citayam merupakan momentum untuk menggerakkan roda ekonomi khususnya di kawasan perbatasan Bogor–Depok, Jawa Barat.

“Harapannya adanya perputaran ekonomi di Citayam, ini menjawab harapan warga Citayam akan kebutuhan pasar yang strategis dan lengkap,” kata Sintha usai menghadiri peresmian Pasar Citayam di Kabupaten Bogor, Senin (18/8).

Ia menekankan Kadin melihat keberadaan pasar baru ini bukan sekadar fasilitas perdagangan, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi yang diharapkan mampu mendorong usaha kecil menengah, menyerap tenaga kerja, serta menciptakan iklim investasi yang lebih sehat.

Menurut Sintha, pasar yang tertata modern dapat menjadi ekosistem baru bagi pelaku usaha dan pedagang, sehingga mampu memperluas jaringan distribusi barang sekaligus meningkatkan daya saing.

“Ini langkah besar bagi penguatan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Pasar Citayam sendiri diresmikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Pasar ini hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Depok serta dikelola oleh PD Pasar Tohaga.

Ajat menyebut kehadiran pasar menjadi simbol kerja sama lintas daerah sekaligus motor baru perputaran ekonomi.

Ia berharap pedagang dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk kegiatan usaha yang lebih tertib dan produktif.

Direktur Utama PD Pasar Tohaga, Haris Setiawan, menjelaskan pasar berdiri di atas lahan 5.000 meter persegi dengan bangunan 7.700 meter persegi.

Saat ini tersedia 730 unit los dan kios, dengan 294 di antaranya sudah ditempati pedagang.

Ia mengajak para pedagang, khususnya yang masih berjualan di pinggir jalan, untuk masuk ke dalam pasar agar lebih nyaman dan representatif.

“Pasar Citayam kini menjadi wajah baru perdagangan modern yang akan menghidupkan kawasan ini,” katanya.

Selain itu, Anggota DPD RI Alfiansyah Komeng turut menyampaikan dukungan.Menurut dia, pasar modern akan meningkatkan efisiensi perdagangan, kenyamanan masyarakat, sekaligus kesejahteraan pedagang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Jangan Sembarangan, Ini Waktu Terbaik untuk Mencuci Wajah

58 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Rona
Jangan Sembarangan, Ini Wak...
Megapolitan
Pedagang Taman Puring Masih...
Megapolitan
Kabar Gembira, Pemprov DKI ...
Megapolitan
Jangan Lengah saat Nonton K...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.