Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Merdeka 80 Tahun, Wamentan Desak Putus Ketergantungan Impor Pangan Sekarang!

📅 Minggu, 17 Agu 2025, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Merdeka 80 Tahun, Wamentan Desak Putus Ketergantungan Impor Pangan Sekarang! Doc: ANTARA/Yudi Manar.
Ket. Ilustrasi - Pekerja melakukan bongkar muat beras asal Myanmar di Pelabuhan Ujung Baru, Medan Belawan, Medan, Sumatera Utara, Senin (23/12/2024).

JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyerukan “perang” terhadap ketergantungan impor pangan pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Ia menegaskan, delapan dekade merdeka seharusnya menjadi titik balik bagi bangsa untuk membuktikan kedaulatan sejati, bukan hanya secara politik, tetapi juga dalam hal pangan.

Menurut Sudaryono, fakta bahwa Indonesia masih bergantung pada impor beras, kedelai, gandum, hingga daging sapi, adalah ironi besar bagi negara agraris yang dianugerahi tanah subur dan keanekaragaman hayati melimpah. 

Kondisi ini, menurutnya, bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan juga menyangkut harga diri bangsa. 

“Selama perut rakyat kita masih ditopang impor, kemerdekaan itu masih belum sepenuhnya tuntas,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia menggarisbawahi bahwa kemandirian pangan harus ditempuh melalui strategi agresif: mulai dari modernisasi pertanian, revitalisasi lahan produktif, dukungan pembiayaan petani, hingga industrialisasi hulu-hilir untuk memperkuat rantai pasok domestik. 

Lebih jauh, ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, BUMN pangan, hingga swasta, agar produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional secara berkelanjutan.

Sudaryono juga mengingatkan bahwa ketergantungan pada impor membuat Indonesia rentan terhadap gejolak global, baik akibat perubahan iklim, konflik geopolitik, maupun fluktuasi harga komoditas internasional. 

Karena itu, momentum HUT Ke-80 RI ia serukan sebagai panggilan nasional untuk berani melepaskan diri dari “jebakan impor” dan menjadikan pangan sebagai simbol kedaulatan serta martabat bangsa.

"Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap kemandirian pangan nasional," kata Sudaryono, usai menghadiri upacara peringatan HUT Ke-80 RI, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Minggu (17/8).

Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar ini, mengungkapkan apresiasi mendalam kepada para petani Indonesia yang terus menunjukkan semangat juang dalam memperkuat swasembada pangan.

"Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80 sangat meriah dan menggugah semangat untuk merebut kembali swasembada. Semangat yang membara di tahun 2025 ini harus terus kita jaga dan lanjutkan tanpa henti," ujar Wamentan.

Sudaryono menekankan, makna kemerdekaan sejati tidak cukup diwujudkan melalui seremoni semata.

Menurutnya, kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika bangsa Indonesia terbebas dari kelaparan dan tidak lagi bergantung pada impor pangan dari negara lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.