Laga Pertama Tim U-17 Mesti Jadi Alarm

Kamis, 14 Agu 2025, 06:56 WIB

JAKARTA - Harapan Tim U-17 Indonesia meraih kemenangan di laga pembuka Piala Kemerdekaan 2025 pupus di menit akhir. Skuad asuhan Nova Arianto dipaksa berbagi angka 2-2 oleh Tajikistan di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan, Selasa (12/8) malam WIB. Kesalahan berupa kegagalan mempertahankan keunggulan ini jangan diulangi saat menghadapi laga kedua melawan Uzbekistan. Dua kali unggul 1-0 dan 2-1 tak mampu dipertahankan.

Di bawah guyuran hujan, Garuda Nusantara memulai laga dengan mencoba mengambil inisiatif serangan. Namun, di 15 menit awal justru Tajikistan yang menguasai permainan. Perlahan, tekanan tim tamu mereda dan Indonesia mulai keluar dari tekanan.

Ket. Foto: Pemain Timnas Indonesia U-17 Fadly Alberto Hengga (kanan) berusaha melewati pemain Tajikistan Khudoidodov Haidarsho pada pertandingan Piala Kemerdekaan U-17 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (12/8). — Sumber: ANTARA/Yudi Manar

Gol pembuka tercipta di menit ke-34. Umpan matang Fadly Alberto dituntaskan tandukan Mochammad Mierza Firjatullah, lepas dari jebakan offside. Namun, keunggulan itu hanya bertahan dua menit. Zarifzoda Zarif melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau kiper Dafa Al Gasemi. Skor 1-1 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Indonesia langsung menekan. Lima menit berjalan, Fadly Alberto yang lolos dari kawalan sukses menanduk umpan Eizar Jacob Tanjung untuk membawa Indonesia kembali unggul 2-1. Sejumlah peluang tercipta, namun tak membuahkan hasil.

Petaka datang di masa tambahan waktu. Pemain pengganti Ashuralizoda Nazrullo memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia untuk membobol gawang Dafa pada menit 90+1. Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang.

Nova Arianto menganggap hasil ini tetap berharga. “Secara kualitas, dua tim tampil baik. Intensitas pertandingan tinggi, ini bekal penting menuju Piala Dunia U-17,” ujarnya. Namun dia menyoroti hilangnya fokus pemain. “Gol terjadi di menit 93. Fokus berkurang, dan di level Piala Dunia, kesalahan kecil di pertahanan bisa berakibat fatal,” tegasnya.

Pelatih Tajikistan, Ragini Marco, mengakui kelemahan tim asuhannya. “Dua gol yang masuk akibat pemain belakang kurang fokus mengantisipasi pergerakan lawan. Itu catatan untuk kami perbaiki,” ujarnya.

Pengamat sepak bola Rudi Santoso, menilai hasil ini harus jadi alarm peringatan. “Melawan Uzbekistan nanti, Indonesia harus lebih rapat di lini belakang dan efisien memanfaatkan peluang. Tajikistan memberi gambaran bahwa tim Asia Tengah punya kekuatan fisik dan determinasi tinggi. Jika lengah, lawan seperti Uzbekistan bisa menghukum lebih keras,” ucapnya.

Dengan hasil imbang ini, Indonesia mengoleksi satu poin, sementara Mali memimpin klasemen setelah menang 5-1 atas Uzbekistan di laga pembuka. Laga kedua Indonesia akan berlangsung padahari Jumat (15/8) malam melawan Uzbekistan, yang juga menjadi ujian krusial sebelum menghadapi Mali di pertandingan pamungkas.

Turnamen Piala Kemerdekaan 2025 diikuti empat peserta Piala Dunia U-17 di Qatar, November mendatang: Indonesia, Tajikistan, Mali, dan Uzbekistan. Bagi Garuda Nusantara, ajang ini menjadi uji coba strategi terakhir sebelum mengarungi Piala Dunia. ben/G-1

  • piala kemerdekaan 2025

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.