Terpengaruh Data Inflasi AS, Rabu 13 Agustus 2025

Rabu, 13 Agu 2025, 09:20 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ber­potensi melanjutkan pelemahannya dalam perdagangan di pasar uang antarbank, tengah pekan ini. Peluang pele­mahan makin terbuka apabila data inflasi di Amerika Seri­kat (AS) yang dirilis tadi malam meningkat sehingga sema­kin memperkuat sinyal hawkish bank sentral setempat (The Fed). 

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi melihat fokus investor tertuju pada rilis Indeks Harga Kon­sumen (IHK) AS untuk Juli lalu tadi malam. Tingkat inflasi merupakan indikator penting karena akan menjadi pertim­bangan bagi bank sentral AS untuk menentukan kebijakan suku bunga.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terha­dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (13/8), bergerak fluktuatif dan cenderung melemah di kisaran 16.280-16.330 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (12/8), di Jakarta melemah sebesar 10 poin atau 0,06 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.290 rupiah per dollar AS. “Pelemahan kurs ru­piah dipengaruhi ekspektasi kenaikan Indeks Harga Kon­sumen Amerika Serikat,” ujar Ibrahim.

Mengutip Indonesia Commodity & Derivatives Ex­change (ICDX), disebutkan bahwa pasar berpotensi me­ngurangi ekspektasi terhadap suku bunga sebesar 25 basis points (bps) pada pertemuan Federal Open Market Com­mittee bulan September 2025.

Melihat dari perspektif kebijakan moneter AS, pasar ber­pegang pada prospek dovish The Fed dengan probabilitas pemangkasan suku bunga di bulan September mencapai 85-89 persen menurut CME FedWatch Tool, serta ekspekta­si minimal dua kali penurunan hingga akhir tahun.

Gubernur The Fed Michelle Bowman secara eksplisit telah menyatakan dukungan untuk melakukan pemang­kasan suku bunga pada setiap pertemuan FOMC yang ter­sisa tahun ini. Hal ini didasari alasan pelemahan pasar te­naga kerja lebih signifikan dibandingkan risiko inflasi yang berpotensi meningkat.

Selain itu, pelemahan kurs rupiah juga dipengaruhi ke­sepakatan dagang AS-Tiongkok terkait penundaan pene­rapan tarif.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.