Perlindungan Gajah Bengkulu Harus Lebih Tegas. Jangan Ada Lagi Anak Gajah Mati

Rabu, 13 Agu 2025, 01:05 WIB

BENGKULU -Gajah adalah binatang yang dilindungi. Keberadaannya terus diburu manusia bejat, sehingga jumlahnya terus menurun. Untuk itu, Lembaga peduli lingkungan “Kanopi Hijau Indonesia” minta adanya perhatian serius dan pengetatan perlindungan gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) yang ada di Bengkulu karena diambang kepunahan.

Gajah Sumatera merupakan satwa dilindungi menurut Undang-undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya bahkan dikategorikan terancam punah menurut IUCN. Status ini seperti tak ada artinya.

“Aktivitas perburuan dan perusakan habitat untuk perkebunan dan pertambangan terus berlangsung di Bentang Alam Sebelat, Bengkulu," kata Tim Kanopi Hijau Indonesia Cimbyo Layas Ketaren di Bengkulu, Selasa.

Saat ini menurut Cimbyo diperkirakan jumlah Gajah Sumatera di Bentang Alam Seblat hanya sekitar 40 sampai 60 ekor saja. Jumlah tersebut sangat jauh berbeda dengan kondisi pada tahun 1990an yang diperkirakan berjumlah 150 hingga 200 ekor.

Ket. Foto: anak gajah — Sumber: ist

"Penurunan jumlah individu gajah sumatera disebabkan aktivitas perburuan dan perusakan habitat ekosistemnya, seperti aktivitas pembukaan lahan, perkebunan dan pertambangan," kata dia .

Dalam peringatan Hari Gajah Sedunia ke 25 di Bengkulu mengangkat tema Global Elephant Day-Gajah Stateless, Kanopi Hijau Indonesia menegaskan kembali pentingnya benar-benar perlindungan terhadap populasi Gajah Sumatera tersisa saat ini yang jumlahnya sangat sedikit sekali.

Agenda peringatan Hari Gajah Sedunia 2025 di Bengkulu yang digelar pada Selasa 12 Agustus 2025 diikuti oleh 10 lembaga dari berbagai elemen.Cimbyo menyampaikan masa aksi mendesak aparat penegak hukum menindak tegas pelaku perburuan dan perusak kawasan Bentang Alam Seblat.

"Selain itu kami juga meminta Presiden Republik Indonesia untuk mencabut konsesi pertambangan PT Inmas Abadi dan meminta Presiden untuk tidak memberikan izin baru yang dapat merusak Bentang Alam Seblat, serta meminta Menteri Kehutanan RI untuk meningkatkan status Bentang Alam Seblat menjadi Cagar Alam," ujar Cimbyo.

Mati

Sebelumnya, Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Riau mengungkap kematian seekor anak gajah betina bernama Yuni yang sebelumnya dievakuasi karena terpisah dari induknya.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan anak gajah itu dievakuasi dari Desa Gunung Mulya, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar 10 Maret 2025. Gajah tersebut akhirnya tidak mampu bertahan hidup setelah melalui berbagai upaya.

"Setelah dilakukan segala upaya perawatan secara intensif pada anak gajah tersebut, tim medis BBKSDA Riau menyatakan bahwa anak gajah tersebut tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan mati pada tanggal 11 April 2025 sekitar pukul 05.00 WIB," katanya dalam keterangan di Pekanbaru, Selasa.

Tim medis BBKSDA Riau lanjutnya telah melakukan nekropsi atau bedah bangkai terhadap anak gajah. Hasil nekropsi menunjukkan bahwa penyebab kematian diduga karena adanya peradangan lambung dan usus. 

Selanjutnya sampel bagian organ penting akan dikirimkan ke laboratorium untuk mengetahui diagnosa lebih lanjut penyebab kematian, termasuk kemungkinan dugaan adanya serangan dari virus Elephant Endothelial Herves Virus. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Utang Meningkat, Rakyat Jepang Mulai Cemas Kondisi Fiskal

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.