Atlet Italia Meninggal Dunia di World Games Chengdu

Rabu, 13 Agu 2025, 08:50 WIB

CHENGDU – Dunia olahraga orienteering (lari lintas alam) kehilangan salah satu atlet terbaik. Mattia Debertolis, atlet asal Italia meninggal dunia pada Selasa (12/8) setelah ditemukan tak sadarkan diri saat berlaga di ajang World Games 2025 di Chengdu, Tiongkok.

Debertolis, 29 tahun, kolaps pada tanggal 8 Agustus saat menjalani nomor middle-distance putra, lomba pembuka perebutan medali di ajang ini. Ia langsung dilarikan ke salah satu rumah sakit terkemuka di Tiongkok dan mendapat perawatan intensif, namun nyawanya tak tertolong empat hari kemudian.

Ket. Foto: Mattia Debertolis — Sumber: AFP

Penyelenggara World Games dan Federasi Orienteering Internasional (IOF) tidak merinci penyebab kematian. Namun, lomba digelar dalam cuaca panas dan lembap ekstrem, dengan suhu melampaui 30 derajat Celsius.

Orienteering adalah cabang olahraga lintas alam yang menuntut kecepatan, ketahanan fisik, serta keterampilan navigasi. Peserta harus menempuh lintasan yang tidak ditandai, menggunakan peta khusus dan kompas untuk menemukan sejumlah titik kontrol (control points) dalam urutan tertentu. Pemenang ditentukan dari waktu tempuh tercepat yang berhasil melewati seluruh titik tersebut.

Pada nomor middle-distance yang diikuti Debertolis, lintasan sepanjang enam kilometer memiliki 180 meter tanjakan dan 20 titik kontrol. Rekaman resmi memperlihatkan para peserta berlari melewati ladang, desa, dan jalur pedesaan yang menantang. Juara dunia 2025 diraih Riccardo Rancan dari Swiss dengan catatan 45 menit 22 detik. Debertolis tercatat Did Not Finish bersama 11 atlet lainnya.

Berasal dari Primiero, Italia timur, Debertolis menduduki peringkat 137 dunia orienteering putra. Ia mulai membela tim nasional Italia pada 2014 dan telah tampil di berbagai Kejuaraan Dunia serta Piala Dunia. Di luar olahraga, ia tengah menempuh studi doktoral di KTH Royal Institute of Technology, Stockholm, tempat ia bermukim.

Presiden Federasi Orienteering Italia (FISO), Alfio Giomi, mengajak tim nasional mengenakan pita hitam pada Kejuaraan Dunia Mountain Bike Orienteering di Polandia pekan ini. “Keluarga Mattia telah menyetujui agar para atlet tetap bertanding atas nama dan untuk mengenangnya,” ujar Giomi.

Pihak penyelenggara World Games dan IOF menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga, rekan, dan komunitas orienteering global. “Pikiran kami bersama semua pihak yang terdampak tragedi ini. Kami akan terus memberikan dukungan penuh kepada keluarga Mattia Debertolis dan komunitas orienteering,” bunyi pernyataan resmi.

Edisi ke-12 World Games di Chengdu berlangsung hingga 17 Agustus, menghadirkan sekitar 4.000 atlet dari seluruh dunia yang berkompetisi di 253 nomor cabang olahraga non-Olimpiade, termasuk orienteering yang dikenal sebagai “maraton navigasi” ini.

  • The World Games (TWG) 2025

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.