Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Solusi Atasi Kecanduan Gawai, Permainan Tradisional Kembali Populer di Kalangan Siswa Jakarta

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Solusi Atasi Kecanduan Gawai, Permainan Tradisional Kembali Populer di Kalangan Siswa Jakarta Doc: Antara
Ket. Sejumlah siswa mengikuti lomba permainan tradisional damdas dalam Gebyar Seni Budaya Setu Babakan di Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, Selasa (12/8).

Jakarta - Sejumlah siswa di Jakarta mengaku tertarik bermain permainan tradisional untuk mengurangi penggunaan gawai (gadget) sehingga bisa lebih berinteraksi dengan teman-teman di sekolah.

"Lebih asyik main gim tradisional karena bisa bercanda sama teman dan latihan bisa serius. Jadi, lebih nyaman," kata siswa Kelas 9 SMP Negeri 103 Jakarta, Labib saat ditemui di Gebyar Seni Budaya Setu Babakan Jakarta, Selasa (12/8).

Labib mengatakan jika bermain gawai terlalu lama, dia khawatir akan membentuk pribadi menjadi lebih individual dan jarang berinteraksi.

Maka itu, lanjut dia, Labib bersama empat teman lainnya tertarik untuk mengikuti lomba terompah di Setu Babakan. Mereka membutuhkan persiapan dan latihan selama dua minggu.

Terlebih, mereka merupakan atlet taekwondo maupun silat di sekolahnya sehingga sudah menyiapkan strategi untuk bisa memenangkan perlombaan.

"Strateginya percaya diri dan punya komitmen sama teman-teman," ucapnya.

Senada, siswa dari SMPN 182 Jakarta, El Falih Hakim menambahkan bermain permainan tradisional seperti damdas terbilang seru.

"Seru main damdas, cuma gim daring lebih banyak variasi," ucap Falih.

Dirinya memilih bermain damdas lantaran permainannya mirip dengan permainan papan checkers dan belajar bersama sang guru selama dua minggu untuk bisa menguasainya.

Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan menggelar lomba permainan tradisional Betawi dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI.

Diharapkan acara ini dapat memberikan pengalaman seru bagi anak muda serta menanamkan pemahaman bahwa permainan tradisional merupakan salah satu objek kemajuan budaya.

Acara bertajuk Gebyar Seni Budaya Setu Babakan 2025 diselenggarakan di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada 12 dan 13 Agustus 2025, dimulai pukul 08.00 WIB sampai selesai.

Beberapa permainan tradisional yang dilombakan, yaitu egrang, damdas, gasing, terompah panjang dan tok kadal, dengan kategori siswa SMP dan SMA di Jakarta.

Damdas adalah salah satu permainan tradisional Indonesia, terutama dikenal di Jakarta. Sekilas mirip dengan catur, namun jauh lebih sederhana dalam peralatan dan aturan. Di daerah lain seperti Jawa Tengah, permainan ini dikenal dengan nama "Dam-Daman".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.