Ekosistem Pangan Tak Akan Kuat Jika Pemerintah dan Swasta Jalan Sendiri-sendiri
Senin, 11 Agu 2025, 11:03 WIBJAKARTA - Kedaulatan pangan bukanlah proyek ego sektoral sehingga menuntut sinergi total antara pemerintah dan dunia usahaâdari kebijakan hulu hingga distribusi hilir.Â
Tanpa kerja sama, petani akan terus terjebak dalam harga anjlok, industri terhambat pasokan, dan rakyat bergantung pada pangan impor.Â
Pemerintah yang lamban mengambil keputusan sama berbahayanya dengan dunia usaha yang hanya mengejar keuntungan sesaat.Â
Bila keduanya tidak bersatu membangun ekosistem pangan yang tangguh, kita hanya tinggal menunggu waktu sampai krisis pangan mengetuk pintu
âKonsep Indonesia Incorporated sangat relevan untuk sektor pangan. Dengan menggabungkan kekuatan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, kita dapat membangun rantai pasok pangan yang efisien, adil, dan tangguh dari hulu hingga hilir,â ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Senin (11/8).
Dia mengatakan, konsep Indonesia Incorporated, yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto merupakan bersatunya kekuatan pemerintah dan dunia usaha untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat secara merata.
Presiden pun, lanjutnya, menekankan peran strategis pelaku usaha menengah dan besar dalam membantu usaha kecil, mikro, serta masyarakat tertinggal.
Lebih lanjut, Arief menambahkan, keberhasilan program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) memerlukan dukungan nyata sektor swasta, mulai dari investasi, inovasi teknologi, hingga pendampingan bagi pelaku usaha kecil di sektor pangan.
âKami mendorong agar dunia usaha menjadi mitra aktif dalam penguatan produksi pangan lokal, pengolahan, hingga distribusi. Dengan begitu, seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses pangan bergizi dan berkualitas dengan harga terjangkau,â kata Arief, yang juga Ketua Badan Pangan KADIN Indonesia itu.
Selain itu, Arief menyampaikan bahwa Bapanas juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan KADIN Indonesia dan pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan nasional.
Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie menegaskan bahwa KADIN siap menjadi mitra strategis pemerintah, termasuk Bapanas, dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
âPesan Bapak Presiden sangat menggugah kami untuk semakin aktif membantu yang kecil dan tertinggal. KADIN melihat sektor pangan sebagai salah satu kunci percepatan pertumbuhan ekonomi sekaligus peningkatan kesejahteraan rakyat,â ujar Anindya.
âKami siap bersinergi dengan Bapanas dalam memperkuat rantai pasok pangan nasional, mengembangkan inovasi, dan mendorong hilirisasi produk pangan lokal,â imbuhnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rekor Baru, Pre-Order Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 Capai 271 Ribu
-
Rampungkan Fase Keberngkatan Haji, Garuda Indonesia Catatkan Tingkatkan Ketepatan Waktu 96,4%
-
FHI Siapkan Latihan dan Uji Coba Timnas Hoki di Dua Negara
-
PLN Hadirkan Listrik Andal, SEA V League 2026 Leg 2 Berjalan Lancar Tanpa Gangguan.
-
Balai Karantina dan Bea Cukai Kepri Musnahkan Puluhan Ton Bawang Ilegal
-
Drama Musikal “Soko Tani” Angkat Perjuangan Petani dan Pentingnya Swasembada Pangan
-
Petasol Jadi Solusi Baru Pengelolaan Sampah Plastik di Bantul
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.