- Home
-
- Megapolitan
-
- Warga Grogol Utara Diajak ...
Warga Grogol Utara Diajak Kelola Lahan Fasum 'Nganggur' Jadi Area Urban Farming
Minggu, 10 Agu 2025, 10:39 WIBJAKARTA â Lembaga Kajian Konsumen Nusantara (LAKPAN) bersama Yayasan Tunas Kelapa (YTK), GRIC, serta Tim Folu Net Sink 2030 berkolaborasi menggelar kegiatan sosialisasi urban farming dan "Gerakan Jakarta Menanam & Memilah Sampah" di Kelurahan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (9/8).
Warga RW 01 Kelurahan Grogol Utara antusias mengikuti kegiatan sosialisasi dan diskusi mengenai bagaimana mengelola lahan fasos dan fasum tak terpakai menjadi area urban farming.
Kegiatan yang digelar di lahan urban farming Jalan Biduri Bulan 1 Blok J RT08/RW01 Grogol Utara ini mengusung tema "Mewujudkan Jakarta Berketahanan Pangan dengan Gerakan Menanam dan Memilah Sampah".
Ketua LAKPAN & GRIC, M Ageng mengatakan, pihaknya terus mendorong warga agar dapat memanfaatkan lahan fasos fasum yang tidak terkelola menjadi percontohan program Ketahanan Pangan. Gerakan ini juga merupakan bagian dari peta jalan untuk menyukseskan Folu Net Sink 2030.
"Fasos fasum dapat dioptimalkan sebagai areal urban farming untuk mewujudkan Ketahanan Pangan di Jakarta yang memiliki keterbatasan lahan," kata Ageng dalam keterangannya.
Menurutnya, wilayah Kelurahan Grogol Utara memiliki potensi luar biasa karena berada di pusat Jakarta, tapi masih memiliki lahan yang natural.
"Lahan natural yang semula tidak terkelola, saat ini telah dijadikan areal urban farming dan Agro edu wisata. Kami akan melakukan upaya pendampingan dan pelatihan agar pemanfaatan lahan dapat dirasakan manfaatnya bagi warga sekitar," ucapnya.
Lurah Grogol Utara, M Rasyid mengungkapkan, pihaknya terus berupaya memanfaatkan area urban farming guna menciptakan lingkungan yang asri serta memiliki nilai lebih yang berdampak kepada masyarakat.
"Lahan fasos fasum ini kami tata jadi area urban farming untuk mewujudkan Jakarta hijau dan udara bersih serta dapat dimanfaatkan warga sekitar," ujar Rasyid.
Ia menuturkan, lahan seluas 800 meter persegi di RW 01 ini dilengkapi fasilitas pengelolaan bank sampah, budidaya ikan nila dan produksi tanaman hias, toga dan produktif.
"Kami juga akan melepas puluhan burung sehingga di kawasan penataan ini akan lebih asri. Warga juga sangat senang dengan program urban farming ini," tuturnya.
Sementara perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Dedy Sutiono, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi LAKPAN GRIC dan YTK bersama kolaborator lainnya mengajak warga RW 01 Grogol Utara menciptakan ketahanan pangan melalui aktivitas urban farming serta pengelolaan sampah.
"Hal ini sangat positif dan bermanfaat bagi warga dan lingkungan sekitar," tukasnya.
Usai sosialisasi, panitia melakukan penanaman 1000 pohon secara masif, warga yang hadir dibagikan bibit tanaman produktif sepeti alplukat, mangga, jambu dan pete, untuk ditanam di sekitar rumah mereka.
- Urban Farming
- Jakarta Menanam
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
G20 Sepakat Bantu Negara-negara Miskin Terdampak Perang Iran
-
Pastikan Jaringan Andal, Telkom Akses Kerahkan 20 Ribu Teknisi Operasikan 80 Posko Siaga di Seluruh Indonesia
-
Genjot Produksi, PHM Tutup Tahun 2025 dengan Temuan Migas Baru
-
Urban Farming di Rooftop Kantor Lurah Tangki, Wali Kota Jakbar Panen Padi dan Sayur Mayur
-
Industri Rangkul Kampus! Pertamina EP Sangasanga Buka Pintu Buat Calon Ahli Migas
-
Perkuat Kerjasama Pertahanan, Wakil Panglima TNI Dampingi Menteri Pertahanan RI Ke Pakistan
-
Jakarta Andalkan Urban Farming Penuhi Kebutuhan Warga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.