Taman Nasional Masai Mara: Surga Alam dan Pusat Konservasi di Kenya

Minggu, 10 Agu 2025, 23:55 WIB

NAIROBI - Wilayah Narok di Kenya barat daya merupakan lokasi Taman Nasional Masai Mara yang terkenal di dunia, tempat para wisatawan berbondong-bondong datang selama musim puncak pariwisata Juni-Oktober untuk menyaksikan fenomena migrasi wildebeest.

20250810234940_CjkinzN007006_20250809_CBMFN0A005.jpeg

Ket. Foto: Burung nasar memakan bangkai di Taman Nasional Masai Mara, Kenya. — Sumber: ANTARA/Xinhua/Han Xu

Taman Nasional Masai Mara, terletak di Kenya, bukan sekadar taman nasional – ini adalah sebuah fenomena alam yang memukau, sebuah permadani kehidupan yang menari-nari di bawah langit Afrika yang luas. Dikenal sebagai salah satu tempat migrasi hewan terbesar di dunia, Masai Mara menawarkan pengalaman safari yang tak tertandingi bagi para petualang dan pecinta alam.

20250810235039_CjkinzN007006_20250809_CBMFN0A004.jpeg

Masai Mara terkenal karena migrasi besar, salah satu peristiwa paling spektakuler di alam. Setiap tahun, jutaan hewan, termasuk zebra, rusa, wildebeest, dan banyak lagi, melakukan perjalanan panjang melalui padang rumput sabana untuk mencari air dan makanan. Pergantian ini dimulai pada akhir Mei dan mencapai puncaknya pada bulan Oktober, menciptakan pemandangan yang tak terlukiskan dengan warna-warni hewan yang berbondong-bondong.

Selain migrasi, Masai Mara adalah rumah bagi keanekaragaman hayati yang luar biasa. 

20250810234949_CjkinzN007006_20250809_CBMFN0A006.jpeg

Taman Nasional Masai Mara adalah destinasi safari yang wajib dikunjungi bagi siapa pun yang ingin mengalami keajaiban alam Afrika. Dari migrasi besar hingga keanekaragaman hayati yang luar biasa dan budaya Maasai yang kaya, Masai Mara menawarkan pengalaman yang tak terlupakan.

  • kenya
  • masai mara

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.