Biointervensi Unpatti: Inovasi Sains Hadapi Ancaman Keracunan Ikan Laut
Minggu, 10 Agu 2025, 23:02 WIBAMBON - Akademisi Universitas Pattimura (Unpatti) Prof Beni Setha mengembangkan teknologi biointervensi berbasis senyawa bioaktif dari daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) sebagai upaya pencegahan keracunan histamin pada ikan keluarga Scombridae, seperti tuna, tongkol, dan cakalang.Â
Inovasi ini menargetkan salah satu persoalan krusial industri perikanan, yakni akumulasi histamin akibat penanganan pascapanen yang tidak tepat, yang tidak hanya mengancam kesehatan konsumen tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi dan risiko reputasi bagi produk perikanan Indonesia di pasar global.
"Senyawa bioaktif daun jarak pagar mampu mencegah pembentukan histamin, sekaligus mendukung keberlanjutan usaha perikanan,â katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Minggu (10/8).
Pengembangan teknologi tersebut, kata dia, berfokus pada bidang teknologi pascapanen hasil perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpatti (FPIK).
Dirinya menjelaskan, Provinsi Maluku memiliki potensi lestari perikanan mencapai 1,64 juta ton per tahun dengan komoditas utama bernilai ekspor tinggi.
Namun, tanpa penanganan yang tepat, ikan hasil tangkapan rentan menghasilkan histamin dalam jumlah tinggi, yang dapat memicu gejala keracunan.
Beni menjelaskan bahwa penggunaan daun jarak pagar mengandung flavonoid, tanin, dan saponin yang berperan menghambat pertumbuhan bakteri pembentuk histamin, menonaktifkan enzim histidin dekarboksilase, serta menetralkan histamin yang sudah terbentuk.
âHasil penelitian kami menunjukkan ekstrak daun jarak pagar dapat menurunkan kadar histamin ikan secara signifikan dan aman digunakan,â ujarnya.
Konsep biointervensi dengan daun jarak pagar yang dikembangkan ini kata dia bukan sekadar gagasan teoritis, melainkan telah teruji secara ilmiah dengan hasil yang meyakinkan.
Penelitian menunjukkan bahwa daun jarak pagar usia tua lebih efektif menurunkan kadar histamin pada ikan dibandingkan daun muda.
Bahkan, ikan bermutu rendah yang direbus bersama daun ini tetap aman dikonsumsi tanpa menimbulkan gejala keracunan.
Uji biofarmaka pada hewan coba membuktikan fraksi alkaloid dari daun jarak, yang memiliki rumus molekul Câ HâNOâ, memberikan waktu penyembuhan tercepat dibanding senyawa lain dan memiliki aktivitas antibakteri signifikan.
Ekstrak etil asetat dan metanol daun jarak pagar juga terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri pembentuk histamin seperti Klebsiella pneumoniae, Enterobacter aerogenes, dan Clostridium perfringens, dengan hasil perendaman ikan tongkol dalam ekstrak ini menurunkan jumlah bakteri serta kadar histamin secara signifikan.
Pengamatan mikroskop elektron mengonfirmasi kerusakan struktural pada dinding sel bakteri hingga mengalami lisis dan kegagalan pembelahan.
Pemanfaatan daun jarak pagar sebagai biointervensi menjadi contoh nyata ekonomi sirkular dan teknologi hijau, mengubah tanaman liar menjadi solusi keamanan pangan laut, sekaligus memperkuat posisi Unpatti sebagai pusat keunggulan perikanan tropis di tingkat global.
Ke depan, Beni berencana melanjutkan riset untuk uji toksisitas menyeluruh, optimasi metode ekstraksi ramah lingkungan, serta standarisasi proses produksi agar dapat diadopsi secara luas oleh nelayan dan industri.
- Biointervensi
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.