Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Koperasi Desa Merah Putih Digadang Tekan Harga, Apakah Mampu Lawan Mafia Distribusi?

📅 Jumat, 08 Agu 2025, 23:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Koperasi Desa Merah Putih Digadang Tekan Harga, Apakah Mampu Lawan Mafia Distribusi? Doc: Antara
Ket. Menkop klaim KDMP efisienkan distribusi, tetapi efek nyata masih perlu bukti.

DENPASAR - Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berperan penting dalam memotong mata rantai distribusi kebutuhan masyarakat yang selama ini dinilai terlalu panjang. 

Dengan mekanisme distribusi yang lebih ringkas, barang dapat bergerak dari produsen ke konsumen secara lebih cepat dan efisien, sehingga harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat dapat ditekan.

Saat meninjau Koperasi Merah Putih Tegal Harum di Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali, Jumat (8/8), Budi Arie menyoroti bahwa rantai distribusi yang berlapis-lapis kerap membuat harga kebutuhan masyarakat membengkak karena akumulasi biaya di setiap tahap perantara. 

Melalui model koperasi, proses penyaluran barang menjadi lebih langsung, transparan, dan terjangkau.

Selain itu, KDMP diharapkan tidak hanya menjadi saluran distribusi yang efisien, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal. 

Dengan melibatkan produsen lokal, petani, nelayan, dan pelaku UMKM, koperasi mampu menciptakan pasar yang lebih stabil dan memberikan nilai tambah bagi anggota maupun komunitas sekitar.

Budi Arie juga menekankan pentingnya dukungan teknologi dan manajemen modern dalam pengelolaan koperasi agar efisiensi distribusi dapat berkelanjutan. 

Dengan sistem yang tertata baik, KDMP berpotensi menjadi model distribusi alternatif yang memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada jalur distribusi konvensional yang mahal dan rentan gejolak harga.

"Salah satu prinsip atau keinginan untuk mendirikan Kopdes ini supaya memotong rantai-rantai distribusi yang terlalu panjang biasanya itu ada 8 rantai kepanjangan sehingga konsumen, warga membeli dengan harga yang mahal," kata dia.

Dengan adanya KDMP, kata dia, rantai distribusi itu dipangkas menjadi tiga dari produsen, distributor langsung ke konsumen/masyarakat.

Dengan pendirian KDMP, katanya, barang kebutuhan masyarakat seperti elpiji harganya lebih murah.

Karena itu, harga barang-barang di Kopdes, kata Menkop, harus lebih murah dari harga yang dipatok tempat usaha lain.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu menegaskan harga murah tersebut bukan bentuk persaingan dengan usaha ritel dan modern lainnya, tetapi murni mewujudkan cita-cita keadilan bagi warga negara Indonesia.

"Ini bukan persaingan, ini mewujudkan keadilan karena ini milik usaha rakyat yang punya seluruh anggota masyarakat. Jadi, dari, oleh dan untuk rakyat, jangan apa-apa persaingan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.