Pemprov DKI Dorong Transformasi Pasar Tradisional Lewat Lomba Digitalisasi Pasar 2025

Kamis, 07 Agu 2025, 13:30 WIB

JAKARTA – Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Suharini Eliawati, bersama Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Lusiana Herawati, meninjau langsung proses penilaian Lomba Digitalisasi Pasar 2025 di Pasar Gondangdia, Kamis (7/8). Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Perumda Pasar Jaya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia.

Kegiatan ini merupakan upaya mempercepat transformasi digital di sektor perdagangan tradisional serta meningkatkan inklusi keuangan di kalangan pelaku usaha pasar. Lomba ini juga mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana, kebersihan, serta pengelolaan pasar secara umum.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Menurut Suharini Eliawati, penilaian lomba tidak hanya mencakup aspek digitalisasi sistem pembayaran, tetapi juga menyoroti unsur fisik dan tata kelola pasar. Hal-hal seperti kebersihan kamar mandi, kenyamanan pembeli, serta penataan pedagang kaki lima juga masuk dalam indikator penilaian.

“Tentu kita ingin menghadirkan pasar yang nyaman bagi pedagang dan pembeli. Selain kemudahan bertransaksi, fasilitas pasar seperti kamar mandi dan lainnya juga perlu dijaga kebersihannya. Mudah-mudahan lomba ini menjadi ruang bagi pasar-pasar tradisional di Jakarta untuk berkembang, sehingga masyarakat semakin semangat berbelanja,” ujar Eli usai peninjauan.

Ia menjelaskan bahwa dari 153 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya, sebanyak 20 pasar dipilih secara acak sebagai lokasi lomba, dengan mempertimbangkan klasifikasi pasar (kelas A, B, dan C) serta jumlah tempat usaha aktif. Pasar-pasar terpilih menjadi percontohan dalam implementasi digitalisasi dan pengelolaan pasar modern.

“Penilaian lomba terbagi dalam dua aspek, yaitu Aspek Pasar yang dinilai oleh tim juri dari OPD terkait, serta Aspek Digitalisasi Perbankan yang dinilai oleh OJK dan Bank Indonesia berdasarkan laporan dari bank peserta. Nantinya, pasar-pasar pemenang akan menjadi percontohan bagi 133 pasar lainnya yang dikelola Perumda Pasar Jaya, maupun bagi daerah lain di Indonesia,” terangnya.

Proses penilaian dilakukan dalam dua periode, yakni Periode I pada 22–25 Juli 2025 dan Periode II pada 6–8 Agustus 2025. Hasil akhir serta pengumuman pemenang akan disampaikan secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta.

Adapun bank peserta dalam lomba ini meliputi BRI, BNI, Mandiri, BCA, dan Bank DKI. Mereka akan berkompetisi dalam sejumlah kategori, seperti Program Literasi Teraktif, Digitalisasi Keuangan Terbaik, dan Akses Keuangan Termasif.

Kepala Bapenda DKI Jakarta, Lusiana Herawati, menyatakan bahwa digitalisasi pasar mendukung terciptanya transaksi yang aman, cepat, dan efisien. Selain itu, sistem ini memperluas akses ke pembiayaan, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem pasar yang tertib, bersih, dan modern.

“Transaksi digital juga memberikan banyak manfaat bagi pedagang, seperti proses yang lebih cepat, aman, dan praktis. Mereka tidak perlu lagi repot menyediakan uang kembalian dan bisa merasa tenang karena dana langsung masuk ke rekening,” ujar Lusiana.

Kepala OJK Jabodebek, Edwin Nurhadi, menegaskan bahwa lomba ini juga bertujuan untuk mendorong para pedagang pasar agar masuk dalam ekosistem digital dan layanan perbankan. Ia menyebut lomba ini sebagai langkah nyata perluasan implementasi sistem pembayaran non-tunai.

“Untuk kategori perbankan, kami akan menilai tiga hal. Pertama, dari sisi program keuangan yang terbaik dan termasif. Kedua, dari sisi akses keuangan, yaitu pemberian kredit, pembukaan rekening, dan keaktifan agen laku pandai. Ketiga, kami ingin melihat implementasi digitalisasi keuangan di pasar secara menyeluruh. Tiga hal itulah yang akan menjadi fokus penilaian kami,” pungkas Edwin.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.