Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Judi Online Bikin Ekonomi Tekor? Dana Publik Terhisap Tanpa Manfaat!

1 Selasa, 05 Agu 2025, 20:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Judi Online Bikin Ekonomi Tekor? Dana Publik Terhisap Tanpa Manfaat! Judi Online Bikin Ekonomi Tekor? Dana Publik Terhisap Tanpa Manfaat! Doc: ANTARA FOTO/ Yulius Satria Wijaya.
Ket. Ilustrasi - Tayangan iklan judi online pada telepon pintar.

JAKARTA – Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Firman Hidayat menggarisbawahi bahwa pergeseran dana masyarakat ke rekening penampungan judi online (judol) dapat menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Fenomena ini tidak hanya mencerminkan disfungsi dalam penggunaan dana masyarakat, tetapi juga mengindikasikan aliran likuiditas yang menjauh dari sektor produktif ke aktivitas ilegal dan konsumtif.

Dalam perspektif makroekonomi, dana yang seharusnya digunakan untuk mendukung konsumsi riil, investasi sektor riil, maupun tabungan di lembaga keuangan formal, justru tersedot ke dalam ekosistem ekonomi bayangan (shadow economy).

Kondisi ini dapat menurunkan efektivitas transmisi kebijakan fiskal dan moneter, sekaligus mempersempit ruang pertumbuhan ekonomi yang sehat dan inklusif.

Selain itu, tingginya perputaran dana dalam praktik judi online juga menciptakan risiko sistemik, mulai dari meningkatnya potensi pencucian uang, lemahnya pengawasan sektor keuangan digital, hingga efek domino terhadap ketahanan sosial dan keuangan rumah tangga.

Firman menilai bahwa jika tidak dikendalikan, hal ini dapat menggerus daya beli, memperbesar beban sosial, dan menciptakan tekanan jangka panjang terhadap indikator makroekonomi nasional.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor antara regulator, lembaga keuangan, aparat penegak hukum, dan otoritas ekonomi untuk memutus aliran dana ilegal serta mengembalikan arus likuiditas masyarakat ke sektor yang produktif dan sah secara hukum.

“Apabila mereka (masyarakat) gunakan dana untuk konsumsi atau investasi, itu akan menciptakan multiplier effect sehingga ada tambahan ke PDB (Produk Domestik Bruto),” kata Firman dalam diskusi ‘Strategi Nasional Melawan Kejahatan Finansial’ di Jakarta, Selasa (5/8).

Merujuk pada data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dana masyarakat yang masuk ke rekening judi online mencapai Rp51,3 triliun pada 2024. Ia mengatakan dana tersebut seharusnya dapat digunakan untuk konsumsi dan investasi produktif yang berkontribusi positif terhadap PDB Indonesia.

Dari jumlah deposit judi online tersebut, sekitar 70 persen atau mayoritas dana juga terdeteksi mengalir ke luar negeri. Artinya, bukan hanya dananya yang hilang dari perputaran domestik, namun juga multiplier effect tidak ada, yang seharusnya bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan hitungan sederhana yang dilakukan DEN, aliran dana masyarakat ke deposit judi online yang mencapai Rp51,3 triliun pada 2024 diperkirakan menekan pertumbuhan ekonomi hingga 0,3 persen.

“Tahun lalu, kita tumbuh di sekitar 5 persen. Gampangnya, seharusnya kita bisa tumbuh di 5,3 persen (jika Rp51,3 triliun tidak masuk ke deposit judi online). Di tengah situasi global yang sangat besar, 0,3 persen ini sangat berharga untuk kita bisa mencapai target,” kata Firman.

Selain dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, DEN juga menyoroti kerugian negara dari sisi penerimaan pajak yang hilang, yang ditaksir mencapai Rp6,4 triliun berdasarkan asumsi deposit judi online Rp51,3 triliun pada 2024.

Sebagai perbandingan, Firman menyebut beberapa negara lain juga mengalami kerugian besar akibat judi online ilegal. Hong Kong kehilangan potensi pajak sebesar 9,4 miliar dolar Hong Kong per tahun, sementara Afrika Selatan kehilangan potensi penerimaan pajak tahunan sebesar 110 juta rand.

Di Brasil, pengeluaran rumah tangga untuk judi meningkat dua kali lipat dari tahun 2018-2023, mencapai 19,9 persen dari pendapatan rumah tangga. Di saat yang bersamaan, pengeluaran untuk makanan, baju, dan obat turun dari 63 persen ke 57 persen.

Masyarakat Brasil diperkirakan mengeluarkan 12 miliar dolar AS untuk judi online di luar negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

IMF: PDB Vietnam akan Lampaui Indonesia Tahun Ini

3 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
IMF: PDB Vietnam akan Lampa...
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.