Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Angkatan Laut Filipina dan India Gelar Patroli Gabungan Pertama di Laut Tiongkok Selatan

📅 Senin, 04 Agu 2025, 10:01 WIB | Oleh:
Angkatan Laut Filipina dan India Gelar Patroli Gabungan Pertama di Laut Tiongkok Selatan Doc: AFP
Ket. Seorang awak kapal berdiri di dekat INS Delhi, kapal perusak Angkatan Laut India yang dipersenjatai rudal BrahMos, yang berlabuh di pelabuhan Manila.

MANILA - Kapal perang Angkatan Laut India mulai berpatroli di wilayah Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan dengan Filipina untuk pertama kalinya, kata militer Manila, Senin (4/8).

Pelayaran dua hari itu melibatkan tiga kapal India dan dimulai hari Minggu (3/8), sehari sebelum jadwal perjalanan Presiden Filipina Ferdinand Marcos ke New Delhi untuk berunding dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Filipina telah meningkatkan kerja sama pertahanan dengan sejumlah sekutu selama setahun terakhir setelah serangkaian bentrokan di perairan yang disengketakan tersebut.

Beijing mengklaim hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan meskipun ada keputusan internasional yang menyatakan pernyataannya tidak memiliki dasar hukum.

Kapal angkatan laut India tiba di Manila untuk mengunjungi pelabuhan akhir minggu lalu. 

Patroli "dimulai kemarin sore, lalu berlanjut hingga saat ini... aktivitas saat ini adalah pengisian ulang di laut," kata Letnan Kolonel John Paul Salgado kepada AFP.

Saat berada di India, Marcos diperkirakan akan menandatangani pakta di bidang-bidang seperti hukum, budaya, dan teknologi, menurut Asisten Sekretaris Luar Negeri Evangeline Ong Jimenez-Ducrocq, tetapi semua mata akan tertuju pada setiap perjanjian pertahanan potensial.

Filipina sebelumnya telah membeli rudal jelajah supersonik BrahMos dari India, senjata yang memiliki kecepatan tertinggi 3.450 kilometer (2.140 mil) per jam.

India, yang terlibat dalam bentrokan perbatasan dengan Tiongkok di Himalaya, adalah anggota Quad, kelompok yang mencakup Amerika Serikat, Jepang, dan Australia.

Beijing telah berulang kali menuduh bahwa kemitraan empat arah, yang pertama kali digagas oleh mendiang Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, diciptakan sebagai cara untuk membendung Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.