Angin Kencang dan Gelombang Setinggi 6 Meter Bakal Landa Perairan Bali, BBMKG Imbau Masyarakat Waspada
Senin, 04 Agu 2025, 13:42 WIBDENPASAR - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar meminta masyarakat mewaspadai potensi angin kencang dan gelombang laut hingga enam meter di Bali pada 5-8 Agustus 2025.
âPenyebabnya karena ada aktivitas monsun yaitu saat ini perbedaan tekanan udara antara benua Australia dan Asia,â kata Ketua Kelompok Kerja Operasional Meteorologi BBMKG Wilayah III Wayan Musteana di Denpasar, Bali, Senin (4/8).
Menurut dia, berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, periode itu biasanya dikenal dengan musim angin timuran sehingga angin timuran cenderung kuat dan kering sehingga dapat menyebabkan gelombang tinggi dan angin kencang di sekitar perairan Bali.
Ada pun berdasarkan analisa BBMKG Denpasar, pola angin di wilayah perairan utara Bali bergerak dari arah tenggara-selatan dengan kecepatan hingga 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam.
Sedangkan perairan selatan Bali diperkirakan angin bergerak dari arah timur-tenggara dengan kecepatan hingga 25 knot.
Ketinggian gelombang laut hingga enam meter, diperkirakan terjadi di Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, dan perairan selatan Bali.
Sementara itu, di Selat Lombok bagian utara diperkirakan ketinggian gelombang laut hingga empat meter dan di perairan utara Bali diperkirakan mencapai 2,5 meter.
Pihaknya menjelaskan kondisi angin dan gelombang laut berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
Ada pun pengguna perahu nelayan diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot atau sekitar 27 kilometer per jam dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Kemudian, operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Sedangkan, operator kapal feri diminta mewaspadai kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Masyarakat dapat membarui informasi cuaca maritim pada laman bbmkg3.bmkg.go.id atau maritim.bmkg. go.id.
Selain itu, informasi cuaca juga dapat diamati dari media sosial di antaranya Instagram @bmkgbali atau melalui aplikasi infoBMKG.
Sebelumnya, Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balaswista) Kabupaten Lebak, Banten juga mengimbau nelayan mewaspadai tinggi gelombang empat meter di perairan selatan Banten. âKami menerima laporan, Sabtu (2/3) sore sebuah perahu nelayan terbalik akibat diterjang gelombang tinggi, namun beruntung selamat,â kata Ketua Balawista Kabupaten Lebak Erwin Komara Sukma saat dikonfirmasi di Rangkasbitung, Lebak, Minggu (3/8).
Peringatan imbauan tersebut agar tidak menimbulkan kecelakaan laut, dimana tinggi gelombang empat meter cukup membahayakan bagi keselamatan nelayan.
Selain itu juga tiupan angin cukup kencang hingga bergerak dari arah selatan. Oleh karena itu, pihaknya berharap nelayan perairan selatan Banten meningkatkan kewaspadaan jika diterjang cuaca buruk.
Berdasarkan rilis BMKG tanggal 3 Juli 2025 ketinggian gelombang di perairan selatan Banten meliputi Lebak juga Selat Sunda bagian barat Pandeglang serta Samudra Hindia berpeluang 2,5 meter sampai 4.0 meter.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama mengatakan, tinggi gelombang di perairan selatan Banten berkisar 2,50 meter (sedang) dan Samudera Hindia Selatan Banten 4.0 meter (tinggi).
Cuaca buruk tersebut dapat membahayakan bagi pelaku pelayaran khususnya perahu nelayan dan kapal tongkang juga warga setempat tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai, karena khawatir terseret gelombang tinggi.
"Kami sudah menyampaikan tinggi gelombang itu kepada nelayan, masyarakat pesisir dan pengusaha tempat wisata," katanya.
Sementara itu, sejumlah nelayan TPI Tanjung Panto Kabupaten Lebak mengaku, sejak beberapa hari terakhir cuaca di Perairan Selatan Lebak dan Samudera Hindia Selatan Pandeglang kurang bersahabat.
Selain tinggi gelombang juga tiupan angin cukup kencang, kata Dudung (55) seorang nelayan TPI Tanjung Panto Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak. "Kami sudah tiga hari terakhir ini tidak melaut karena cuaca buruk itu," katanya.
- WaspadaI Gelombang Tinggi
- perairan bali
- BBMKG Wilayah III Denpasar
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Baznas RI Bantu Korban Banjir Bandang Nagekeo NTT: Dapur Umum dan Layanan Kesehatan Dibuka
-
Kejutan Peti Mati Thailand, Hendak Dikremasi Seorang Wanita Ditemukan Masih Hidup
-
Antre BBM masa tanggap darurat bencana di Aceh
-
Pemkab Lebak Targetkan UMKM Naik Kelas Lewat Program Pemberdayaan Rutin
-
Kerusuhan di Makassar: 4 Orang Tewas Termasuk Pengemudi Ojol, Korban Lain Masih Dirawat
-
COP30: Indonesia Perkuat Tata Kelola dan Integritas Kredit Karbon Alam
-
Tunggakan Iuran Peserta BPJS Kesehatan Terus Membengkak, Capai Rp10 Triliun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.