Son Heung-min Resmi Tinggalkan Tottenham Setelah 10 Tahun

Minggu, 03 Agu 2025, 08:55 WIB

SEOUL, KOREA SELATAN - Kapten Tottenham Hotspur, Son Heung-min, mengumumkan pada hari Minggu (3/8) bahwa ia akan meninggalkan klub musim panas ini, mengakhiri kebersamaan selama satu dekade di London Utara.

Pemain berusia 33 tahun itu menyampaikan keputusannya dalam konferensi pers di Seoul, Korea Selatan, tempat Spurs tengah menjalani tur pramusim.

Ket. Foto: Son Heung-min — Sumber: AFP

“Sebelum kita mulai konferensi pers, saya ingin menyampaikan bahwa saya telah memutuskan untuk meninggalkan klub musim panas ini,” ujar Son. “Dengan hormat, klub membantu saya dalam keputusan ini.”

Son bergabung dengan Tottenham pada tahun 2015 dari Bayer Leverkusen dan telah mencatat lebih dari 450 penampilan serta mencetak 173 gol. Meskipun mengangkat trofi Liga Europa pada Mei lalu, gelar Eropa pertama Spurs dalam 41 tahun, musim lalu secara keseluruhan menjadi musim yang berat baginya karena serangkaian cedera kaki.

“Itu adalah keputusan paling sulit sepanjang karir saya. Banyak kenangan luar biasa. Sangat sulit untuk membuat keputusan ini,” katanya, didampingi manajer baru Spurs, Thomas Frank. “Saya merasa membutuhkan lingkungan baru untuk mendorong diri saya lebih jauh. Saya butuh sedikit perubahan, sepuluh tahun adalah waktu yang panjang. Saya datang ke London Utara saat masih muda, 23 tahun. Saya pergi sebagai pria dewasa dan sangat bangga.”

Dalam pernyataannya yang disampaikan dalam bahasa Korea, Son menyebut keberhasilannya membawa Tottenham juara Liga Europa sebagai titik penting dalam keputusannya.

“Memenangkan gelar Eropa terasa seperti saya telah mencapai semua yang mungkin saya capai,” ujarnya. “Saya menghabiskan banyak waktu untuk merenungkan apakah saya ingin merasakan sepak bola di lingkungan yang berbeda. Saya berbicara pada diri sendiri berulang kali.”

Son belum mengungkap destinasi berikutnya, tetapi ia santer dikaitkan dengan kepindahan ke Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat.

Pelatih baru Spurs, Thomas Frank, yang baru saja datang dari Brentford menggantikan Ange Postecoglou, memberi penghormatan kepada sang kapten.

“Secara pribadi, saya sangat ingin bekerja dengan sosok dan pemain yang luar biasa ini,” kata pelatih asal Denmark itu. “Dia adalah legenda sejati Tottenham dalam segala aspek, salah satu pemain terbaik yang pernah tampil di Premier League.”

Son dipastikan akan mendapat sambutan meriah saat Tottenham menghadapi Newcastle United di Seoul pada hari Minggu. Laga ini akan menjadi penampilan perpisahan emosional di depan publik tanah kelahirannya.

Tottenham sendiri menjalani bursa transfer musim panas dengan cukup tenang. Gelandang serang Mohammed Kudus dari West Ham menjadi satu-satunya perekrutan besar sejauh ini, sementara upaya mendatangkan Morgan Gibbs-White dari Nottingham Forest gagal setelah kesepakatan senilai 60 juta pound batal terlaksana.

Kepergian Son menandai akhir dari era penting di Tottenham, di mana ia menjadi ikon klub, pahlawan Asia, dan sosok panutan baik di dalam maupun luar lapangan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.