Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Triwulan II Panas! Realisasi Investasi 2025 Picu Optimisme Ekonomi

📅 Sabtu, 02 Agu 2025, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Triwulan II Panas! Realisasi Investasi 2025 Picu Optimisme Ekonomi Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Proyek pembangunan IKN. 

JAKARTA - Penanaman modal (investasi) sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi suatu negara, wilayah, atau bahkan perusahaan. 

Investasi berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan mendorong perputaran ekonomi yang lebih merata. 

Selain itu, investasi juga dapat membantu pemerintah dalam membiayai proyek pembangunan tanpa menambah utang baru. 

Prasasti Center for Policy Studies menilai realisasi investasi Indonesia pada triwulan II 2025 memberikan sinyal positif di tengah ketidakpastian global.

Research Director Prasasti Gundy Cahyadi mengatakan data realisasi itu menunjukkan daya tahan ekonomi nasional yang semakin solid.

Capaian itu memberikan sinyal positif di tengah ketidakpastian global, sekaligus memperkuat arah pencapaian target investasi nasional sebesar Rp13.000 triliun dalam lima tahun ke depan sebagaimana ditetapkan oleh Bappenas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen per tahun.

"Momentum investasi tetap terjaga. Di tengah dinamika global yang menantang, fakta bahwa Indonesia mampu mempertahankan arus investasi ini mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek jangka panjang ekonomi kita," ujar Gundy di Jakarta, Sabtu (2/8).

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat bahwa realisasi investasi Indonesia pada triwulan II 2025 mencapai Rp477,7 triliun atau naik 2,7 persen dari triwulan sebelumnya yang sebesar Rp465,2 triliun.

Dengan total investasi sepanjang semester pertama tahun ini sebesar Rp942,9 triliun, Indonesia telah mencapai hampir 50 persen dari target tahunan sebesar Rp1.905,6 triliun.

Secara sektoral, industri logam dasar menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp67,1 triliun atau 14,1 persen dari total, terutama berkat keberlanjutan kebijakan hilirisasi mineral.

Sektor pertambangan juga mengalami peningkatan signifikan dengan total Rp53,6 triliun, didorong oleh permintaan global terhadap nikel dan mineral strategis lainnya.

Sementara itu, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi tercatat turun menjadi Rp44,2 triliun.

Menariknya, menurut Gundy, sektor perdagangan dan reparasi untuk pertama kalinya masuk dalam lima besar penerima investasi dengan capaian Rp40 triliun.

"Tren ini menunjukkan bahwa transformasi struktur ekonomi sedang berlangsung. Hilirisasi tetap menjadi magnet utama, namun munculnya sektor-sektor baru seperti perdagangan menunjukkan dinamika positif di lapangan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.