Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Curiga Kebakaran Hutan Disengaja, Kadis Kehutanan Limapuluh Kota Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

📅 Sabtu, 02 Agu 2025, 13:48 WIB | Oleh:
Curiga Kebakaran Hutan Disengaja, Kadis Kehutanan Limapuluh Kota Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi Doc: ANTARA
Ket. Petugas berupaya memadamkan sisa-sisa karhutla di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

PADANG - Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Ferdinal Asmin menyebut berdasarkan pemetaan di lapangan terdapat indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota disengaja.

"Indikasi yang kami pelajari ya, memang mengarah ke situ (sengaja dibakar). Tapi, itu masih berproses di kepolisian," kata Ferdinal Asmin di Kota Padang, Sabtu (2/8).

Namun, kata Ferdinal, untuk membuktikannya butuh penyelidikan dan pendalaman oleh pihak terkait, terutama kepolisian. Sebab, bisa saja karhutla yang terjadi karena ketidaksengajaan seperti pembuangan puntung rokok sembarangan.

Dari pengamatan petugas, kebakaran itu berawal dari bawah, kemudian menjalar ke sisi atas. Hal itu bisa terjadi, misalnya karena seseorang yang membuka lahan pertanian di luar kawasan hutan, namun kobaran api meluas ke hutan, sehingga sulit dipadamkan.

"Jadi, memang ada indikasi ke sana dan sekarang lagi didalami polisi," ujarnya.

Ia menyebutkan hingga kini Dinas Kehutanan Sumbar mencatat sedikitnya 600 hektare hutan dan lahan terbakar, dimana 85 persennya berada di luar kawasan hutan. Angka itu bisa saja lebih luas jika validasi dengan penanganan karhutla oleh BPBD atau instansi lainnya.

Sementara itu, juru bicara BPBD Provinsi Sumbar Ilham Wahab mengatakan laporan kejadian karhutla di Ranah Minang mulai terjadi pada Mei dan puncaknya Juli 2025.

"Data sementara yang kami himpun ada sekitar 1.000 hektare lahan dan kawasan hutan yang terdampak karhutla," kata Ilham Wahab.

Angka tersebut bisa bertambah mengingat masih adanya potensi karhutla di sejumlah daerah. Teranyar, BPBD melaporkan kebakaran lahan seluas 100 hektare di Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman pada Jumat (1/8).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.