Kemenekraf Mediasi Pelaku Ekraf dan Perusahaan Tingkatkan Literasi KI
Kamis, 31 Jul 2025, 18:03 WIBJAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif menggandeng pelaku usaha ekonomi kreatif bidang kuliner utamanya kedai kopi bersama perusahaan situs berbagi video Vidio.com untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi hak kekayaan intelektual (KI).
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan edukasi ini bertujuan agar para pelaku usaha memahami hak dan kewajiban dalam menggunakan atau menyiarkan konten berlisensi di ruang publik.
"Ini sebagai momentum pembelajaran tentang pentingnya menjaga ekosistem kreatif yang sehat tanpa merugikan para pengusaha kecil maupun juga para pemilik hak siar," kata Riefky kepada awak media di Autograph Tower, Jakarta, Kamis (31/7).
Kolaborasi ini merupakan hasil mediasi terkait kasus yang terjadi tahun 2024 di mana kedai kopi di Aceh melakukan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola dengan menyiarkan tayangan liga Inggris melalui platform berbayar Vidio.com.
Kasus ini sempat menjadi perhatian pihak perusahaan Vidio.com karena hak siar untuk Liga Inggris di platform tersebut sepenuhnya untuk pemakaian pribadi dan bukan untuk public viewing.
Menteri Riefky menyoroti momen ini sebagai pembelajaran bahwa hak kekayaan intelektual dalam hal ini hak siar patut diperjuangkan.
"Kami memahami kegelisahan dari posisi para pemilik warung kopi di Aceh namun di sisi lain kami juga memahami posisi Vidio.com yang memperjuangkan haknya sebagai pemegang hak siar. Kementerian Ekraf telah dan akan terus menjalankan fungsi edukasi untuk meningkatkan literasi pentingnya hak kekayaan intelektual di kalangan pegiat Ekonomi Kreatif di Indonesia," kata Riefky.
Sementara itu, Direktur Indonesia Entertainment Group (IEG) untuk Emtek Hendy Lim menyambut baik inisiasi dari Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mempertemukan pihak Vidio.com dengan pelaku usaha kedai kopi di Aceh untuk sama-sama belajar pentingnya menghormati kekayaan intelektual untuk memajukan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
"Memang sudah terbukti itu di daerah-daerah lain juga kafe-kafe yang menjalankan itu semua omsetnya naik. Dan dalam hal ini kami memandang sebagai mitra strategis dengan Kementerian kami sangat senang untuk bersama-sama membangun industri ini supaya bisa menguntungkan berbagai macam pihak," kata Hendy.
Ia mengatakan pertemuan ini membawa solusi untuk menjalin kerja sama antara Vidio.com dengan kedai kopi di Aceh dalam bentuk kontrak kesepakatan penayangan publik atau kegiatan nobar untuk semua tayangan sport dari Emtek Group.
Selanjutnya untuk registrasi kafe yang akan melakukan penayangan siaran bola terutama Liga Inggris, VP Legal dari Vidio.com Gina Pangaila mengatakan akan disesuaikan dengan kapasitas kedai kopi atau restoran yang ada di daerah.
"Kita sadar, kita lalai bahwa di balik ini semua ada hak siar yang milik perusahaan, mungkin ini jadi momentum, ke depannya bisa lebih baik lagi ekonomi Aceh melalui ini," kata pemilik Kedai Adun Kopi Teuku Fadhil Umti.
Kemenekraf juga mendorong pembentukan asosiasi kedai kopi mulai dari Aceh agar mempermudah pengurusan registrasi penayangan properti dari Vidio.com untuk seluruh kedai kopi. Ant
- Ekonomi Kreatif
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Pilihan Favorit Liburan Keluarga, 40 Ribu Orang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya
-
Sebanyak 79% Pemudik Telah Kembali dari Sumatera
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Warga Belgia Korban Kecelakaan di Jalur Pendaki Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
-
Produk Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Jepang
-
Hari Film Nasional: JYFF 2026 Perkuat Peran Generasi Muda dalam Industri Kreatif Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.