ADB Janjikan Dukungan untuk ASEAN di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Kamis, 31 Jul 2025, 18:50 WIB
LOMBOK - Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) pada Kamis (31/7) menjanjikan dukungan berkelanjutan untuk Asia Tenggara di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi, yang sebagian didorong oleh tarif yang dikenakan oleh Amerika Serikat (AS).
Presiden ADB, Masato Kanda menegaskan komitmen bank untuk memperluas upayanya di kawasan tersebut, dan menyerukan kepada anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) untuk memperdalam kerja sama regional.
Kanda baru-baru ini mengunjungi beberapa proyek yang didanai ADB di Indonesia. 
Di Desa Selebung, yang terletak di Lombok, penduduk setempat yang telah memperoleh manfaat dari dukungan tersebut memberinya sambutan tradisional.
Selebung adalah satu dari lebih dari 70 lokasi di Indonesia yang mendapat pembiayaan proyek irigasi dari ADB.
Program ini, yang berlangsung dari tahun 2017 hingga 2024, bertujuan untuk meningkatkan mata pencaharian dan memperkuat ketahanan pangan.
Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, hampir 5.000 asosiasi pengguna air didirikan di seluruh negeri untuk memantau kondisi kanal dan memastikan distribusi air yang adil.
Di Selebung, petani padi telah meraih keuntungan besar, meningkatkan hasil panen dari 3 hingga 8 ton per hektar dan meningkatkan pendapatan sekitar 50 persen.
Namun masih banyak yang harus dilakukan, kata salah satu asosiasi pengguna air.
“Melalui program irigasi, kanal-kanal tersebut direhabilitasi, meskipun belum 100 persen. Hanya 30 persen wilayah irigasi Bongor yang direhabilitasi. Banyak bagian yang belum direhabilitasi,” kata Baiq Sri Ratna Pusparani, ketua Asosiasi Pengguna Air Tengker.
Semoga akan ada tambahan pembiayaan di masa mendatang. Secara teknis, di bidang pertanian, kanal tersier juga perlu dibangun. Sebelumnya, proyek irigasi hanya memperbaiki kanal sekunder dan primer, bukan kanal tersier.
ADB mengatakan proyek di Lombok menunjukkan kemitraan kuat yang dimilikinya dengan Indonesia, dan ada rencana untuk melanjutkan proyek irigasi di sana.
“Jadi, kami memiliki perspektif yang sama bahwa masa ini sangat menantang, tetapi ADB bertekad untuk bekerja sama dengan Anda dan membantu Anda melewati masa sulit ini,” ujar Kanda.
“Juga, untuk mengubah tantangan ini menjadi kesempatan yang baik untuk meningkatkan diri, menjadi lebih tangguh dan lebih kuat.”
Perubahan iklim
Hal utama yang dapat diambil dari program ini adalah pentingnya merancang infrastruktur irigasi masa depan agar lebih tangguh terhadap perubahan iklim.
"Indonesia adalah negara yang sangat besar. Jadi, kami harus melakukannya secara bertahap - dalam arti tertentu, untuk mencoba mendukung sistem-sistem tersebut di seluruh negeri," kata Jiro Tominaga, direktur ADB untuk Indonesia.
Bank ini juga membantu mempercepat transisi energi terbarukan di Indonesia dengan membina kemitraan dengan sektor swasta.
Contohnya adalah pembangkit listrik tenaga surya Sengkol, salah satu dari tiga proyek 7 megawatt di Lombok yang dibangun oleh perusahaan energi terbarukan Vena Energy.
“Kami biasanya lebih memilih bank pembiayaan internasional karena keberadaan kami bersifat internasional, bukan hanya di Indonesia,” kata Adi Nataatmadja, kepala kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan di Vena Energy.
“Kami juga bekerja sama dengan ADB, tidak hanya di Indonesia, itulah sebabnya kami memiliki preferensi dalam hal pembiayaan tersebut.”
Para pengamat mengatakan bahwa ketika kawasan tersebut menghadapi hambatan ekonomi, inisiatif dalam pertanian berkelanjutan dan energi terbarukan menawarkan jalan ke depan dengan memberdayakan masyarakat dan menumbuhkan ketahanan dari bawah ke atas. 

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.