Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembalap Belanda Mempertahankan Jersi Kuning Hingga Etape Tiga Tour de Banyuwangi Ijen 2025

📅 Rabu, 30 Jul 2025, 20:55 WIB | Oleh:
Pembalap Belanda Mempertahankan Jersi Kuning Hingga Etape Tiga Tour de Banyuwangi Ijen 2025 Doc: Antara
Ket. Pembalap asal Belanda dari tim Victoria Sports Pro Cycling Filipina, Jeroen Meijers dengan jersi kuning.

Banyuwangi - Pembalap asal Belanda dari tim Victoria Sports Pro Cycling Filipina, Jeroen Meijers mempertahankan jersi kuning pada etape tiga balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025 di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu.

Meskipun pada etape ketiga menempati posisi ketujuh, Jeroen Meijers tetap menjadi yang tercepat sejak etape pertama (125,5 km), etape kedua (158,8 km) dan etape tiga hari ini (140 km) dengan akumulasi waktu 9 jam 37 menit 54 detik.

Selain mempertahankan jersi kuning atau Ijen Sulfur Jersey (Yellow Jersey) sebagai penanda pimpinan lomba sekaligus jersi biru (Blue Fire Jersey/Green Jersey) penanda best sprinter.

Sementara pembalap Italia Nicolo Pettiti (Swatt Club Italia) juga mempertahankan Polkad Dot Jersey sebagai penanda yang terbaik di jalan tanjakan (King of Mountain).

Pada etape tiga hari ini, pembalap Australia yang memperkuat tim Roojai Insurence Thailand, Carter Bettles menjadi yang tercepat di ajang balap sepeda internasional TdBI 2025.

Carter Bettles hanya butuh waktu 3 jam 13 menit dan 7 detik untuk menuntaskan etape tiga dengan rute naik turun sejauh 140,3 kilometer start Ruang Terbuka Hijau (RTH) Glenmore dan finis Kantor Pemkab Banyuwangi.

Sedangkan di posisi kedua, diduduki oleh pembalap Italia Nicolo Pettiti (Swatt Club Italia) dan selanjutnya di posisi ketiga pembalap Prancis yakni Lucas De Rossi yang memperkuat China Anta-Mentech Cycling Team.

Tiga rute naik turun terutama setelah kilometer 97 mewarnai etape tiga TdBI 2025, dan tersaji pula tanjakan sepanjang 14 kilometer dari Desa Labanasem di Kecamatan Kabat sampai dengan Pakel di Kecamatan Licin, yang tentunya jadi penguji kekuatan fisik para pembalap.

Rute etape tiga juga menantang lewat kemiringan tanjakan hingga 15 persen dan ketinggian mencapai 527 meter di atas permukaan laut (mdpl), tak ubahnya menjadi pemanasan pembalap sebelum menaklukkan tanjakan erek-erek Gunung Ijen di etape pemungkas pada Kamis (31/7).

Pada hari terakhir, Kamis (31/7), etape pemungkas bakal menguji ketahanan dan ketangkasan para pembalap dengan rute RTH Maron Genteng--Paltuding, Gunung Ijen, sejauh 150 kilometer.

TdBI 2025 diramaikan sejumlah pembalap mancanegara seperti dari Aljazair, Arab Saudi, Australia, Belanda, China, Denmark, Eritrea, Estonia, Filipina, Italia, Jepang, Korea Selatan, Laos, Makau, Malaysia, Mongolia, Prancis, Spanyol, Thailand, Venezuela, dan Yunani.

Tour de Banyuwangi Ijen merupakan ajang balap sepeda internasional yang masuk dalam agenda tahunan Federasi Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste Internationale/UCI) dan tergolong dengan klasifikasi balapan jalan raya 2.2 UCI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Luar Negeri
El Nino Makin Intensif hing...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.