Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Parimo Temui Kemnaker Bahas Penguatan Ketenagakerjaan

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 23:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Parimo Temui Kemnaker Bahas Penguatan Ketenagakerjaan Doc: ANTARA
Ket. Bupati Parigi Moutong Erwin Burase (kedua kanan) menyampaikan rancangan peta jalan Ketenagakerjaan daerah kepada Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi (depan) dalam pertemuan di Jakarta, Selasa (29/7/2025).

PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menemui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membahas penguatan ketenagakerjaan di kabupaten itu agar memiliki daya saing tinggi.

"Langkah ini sebagai bentuk reformasi ketenagakerjaan yang lebih kontekstual, inklusif, dan berbasis data lapangan, sehingga perlu peta jalan yang lebih konkret," kata Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, melalui keterangan tertulisnya diterima di Palu, Selasa (29/7).

Ia mengemukakan pihaknya punya empat rancangan strategis peta jalan ketenagakerjaan sesuai kebutuhan daerah, mengingat di kabupaten itu masih rendah kualitas kerja, kemudian keterbatasan akses pelatihan dan dominasi sektor informal.

Dalam pertemuan berlangsung di Jakarta, pada Selasa (29/7), bupati memaparkan empat rancangan peta jalan dimaksudkan yakni pelatihan vokasi berbasis potensi lokal, seperti pertanian, perikanan, UMKM, dan digitalisasi desa.

Kemudian, pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Mobile Training Unit (MTU) untuk menjangkau wilayah terpencil guna mempercepat pelatihan berbasis karakteristik daerah.

Selanjutnya digitalisasi layanan pasar kerja dari kabupaten hingga desa, menghubungkan pencari kerja dengan dunia usaha, lalu sinkronisasi bursa kerja atau bob fair pusat dan daerah supaya selaras dengan kompetensi lokal serta kebutuhan industri.

"Transformasi ini perlu diperkuat bersama dan peran pemerintah pusat sangat diharapkan," ujarnya.

Erwin menjelaskan, menurut data BPS 2025, Parigi Moutong memiliki 348.938 penduduk usia kerja, kemudian tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) 74,68 persen dan tingkat pengangguran terbuka 2,10 persen.

"Meski angka pengangguran relatif rendah, lebih dari 58 ribu orang bekerja tanpa upah sebagai pekerja keluarga, mengindikasikan rapuhnya struktur perlindungan kerja dan rendahnya produktivitas sektor informal," kata dia menuturkan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker, Cris Kuntadi, mengatakan pihaknya siap menjajaki kolaborasi program lebih lanjut antara pusat dan Parigi Moutong.

"Rancangan peta jalan oleh Pemkab Parigi Moutong sangat baik untuk meningkatkan kualitas sektor ketenagakerjaan di daerah," ucapnya.

Transformasi ketenagakerjaan nasional tidak cukup dibangun dari atas ke bawah, diperlukan keberanian dari daerah untuk menyuarakan kebutuhan, mendesain solusi dan menguji efektivitasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.