Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investasi Swasta akan Mengalir jika Pemerintah Jaga Kepastian Hukum dan Stabilitas

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Investasi Swasta akan Mengalir jika Pemerintah Jaga Kepastian Hukum dan Stabilitas Doc: istimewa
Ket. Aditya Hera Nurmoko Pengamat Ekonomi dari STIE YKPN Yogyakarta - Iklim usaha yang tidak berubah-ubah dan proses perizinan yang cepat akan menjadi sinyal positif bagi investor.

JAKARTA - Pemerintah mempersiapkan sejumlah strategi guna mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II tahun 2025 dengan fokus pada program prioritas. Program tersebut mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), akselerasi Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan tiga juta rumah sebagai bagian dari solusi perumahan nasional sekaligus memacu pertumbuhan sektor konstruksi dan penyerapan tenaga kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Semester II Tahun 2025 seperti dikutip Senin (28/7) mengatakan melalui penguatan peran konsumsi dan investasi, khususnya efektivitas belanja Pemerintah, Indonesia dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Strategi tersebut diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja, memperkuat daya beli masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dalam negeri dan investor asing, sehingga dapat mengundang lebih banyak investasi baik penanaman modal dalam negeri maupun luar negeri.

“Dalam pelaksanaan program-program yang memerlukan rekrutmen tenaga kerja baru, termasuk di MBG, akan diprioritaskan untuk masyarakat Desil-1 dan Desil-2,” jelas Menko.

Guna mencapai target pertumbuhan di tahun 2025, Airlangga menilai sinergi kebijakan melalui APBN dan non-APBN diperlukan. Dari sisi konsumsi pemerintah, Airlangga mendorong percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga, khususnya yang memiliki alokasi anggaran besar. Percepatan itu diperlukan untuk mendorong akselerasi penyerapan APBN.

Sedangkan di bidang investasi, pemerintah menekankan pentingnya peningkatan kualitas data serta aksesibilitas informasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) melalui sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Melihat berbagai tantangan perekonomian ke depan, kita perlu menyiapkan berbagai program yang dapat mendorong agar perekonomian Indonesia bisa berkembang di semester kedua dengan pertumbuhan yang lebih tinggi,” kata Airlangga.

Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, pada kuartal I 2025, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89 persen dan memberikan kontribusi sebesar 54,53 persen terhadap PDB, menunjukkan bahwa komponen itu masih menjadi penopang utama ekonomi Indonesia. Namun pertumbuhan sektor konsumsi masih rendah.

“Konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomidengan pertumbuhan 4,89 persen. Sedangkan investasi Indonesia menyumbang 30,1 persen dari PDB Nominal pada Desember 2024,”ungkap Suhartoko.

Program Padat Karya

Pada kuartal pertama 2025, salah satu sektor yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi tersebut hanya mencatat pertumbuhan sebesar 2,1 persen. Melihat kontribusi konsumsi dan investasi yang sangat besar namun pertumbuhannya kecil, maka upaya mendorong daya beli masyarakat dan investasi perlu dilakukan, baik melalui APBN dengan pengurangan pajak, subsidi, bantuan langsung tunai ataupun program program padat karya meningkatkan pendapatan masyarakat.

Namun demikian yang harus menjadi perhatian serius, jangan sampai bantuan meningkatkan daya beli, malahan ditabung. Akibatnya hanya menciptakan multiplier yang rendah.

“Jika perlu bisa diwujudkan dalam barang, artinya pemerintah yang menciptakan multiplier konsumsinya. Namun ini rawan korupsi, seperti yang telah terjadi korupsi pada masa Covid-19,” kata Suhartoko.

Sedangkan untuk investasi langsung tidak bisa berdampak jangka pendek, namun sebenarnya dampaknya jangka menengah sampai panjang. Adapun, lima besar investasi penting yang perlu mendapat perhatian adalah Industri Pengolahan/Manufaktur, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor,Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Konstruksi dan Pertambangan dan Penggalian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Bupati Klaten Masih Diperiksa KPK, Usai Ditangkap

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bupati Klaten Masih Diperik...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.