Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKP Papua Fokus Kembangkan Ekonomi Biru pada Renstra 2025-2029

📅 Sabtu, 26 Jul 2025, 08:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
DKP Papua Fokus Kembangkan Ekonomi Biru pada Renstra 2025-2029 Doc: Antara
Ket. Pantai Dok II yang merupakan salah satu potensi ekonomi biru yang ada di Kota Jayapura, Papua.

Jayapura - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Papua Iman Djuniawal menegaskan fokus pada pengembangan ekonomi biru sebagai amanat hasil rapat kerja rencana awal dan Rencana strategis (Renstra) 2025-2029.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Iman Djuniawal di Jayapura, Jumat (26/7), mengatakan pengembangan ekonomi biru mencakup perikanan tangkap, pengembangan ekosistem budidaya, pengolahan produk, pemasaran, penataan ekosistem melalui pengawasan berbasis masyarakat, serta kerja sama antar daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Setiap daerah di Provinsi Papua memiliki karakteristik komoditas yang berbeda misalnya, Kabupaten Waropen dengan kepiting, sementara Sarmi mengembangkan tenggiri, ini yang harus digarap bersama oleh kabupaten dan kota,” katanya.

Menurut Iman, sampai saat ini pemasaran dan pengelolaan produk banyak yang belum mendapatkan perhatian maksimal sehingga perlu ada sinergi bersama.

“Untuk itu kami bersama pemerintah kabupaten dan kota telah menyusun rencana awal dan Rencana Strategis DKP Papua untuk periode 2025–2029, agar ada keselarasan bersama dalam pembuatan program sektor ekonomi biru,” ujarnya.

Dia menjelaskan dengan pengembangan sektor tersebut maka akan merujuk pada konsep ekonomi biru.

“Yang menekankan pentingnya menjaga kelestarian perairan melalui konservasi serta menurunkan tekanan terhadap ekosistem akibat aktivitas budidaya dan penangkapan ikan,” katanya lagi.

Dia menambahkan DKP Papua juga sedang berupaya menghidupkan kembali seluruh sektor ekonomi biru yang selama ini belum berjalan optimal, agar fasilitas yang tersedia bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat pesisir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.