Riset Berkualitas: Pembuka Jalan Ekspor Indonesia Ke Pasar Dunia

Rabu, 23 Jul 2025, 00:55 WIB

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menekankan pentingnya riset berkualitas tinggi untuk mendukung terbentuknya kebijakan perdagangan Indonesia yang efektif dan akuntabel. Dengan riset berkualitas, kebijakan perdagangan dapat memiliki arah yang jelas.

Mendag Busan menyampaikan hal ini dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perdagangan RI dengan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) Selasa, (22/7) di Kantor Kemendag, Jakarta. MoU ini diteken Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kemendag, Rusmin Amin, dan Direktur Operasional ERIA, Takayuki Yamanaka.

Ket. Foto: Ilustrasi-Aktivitas bongkar muat di terminal peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. — Sumber: Antara

Penandatanganan disaksikan langsung oleh Mendag Busan dan Presiden ERIA Tetsuya Watanabe. “Kami mengapresiasi kesepakatan bersama yang sudah ditandatangani Kemendag dan ERIA. Kesepakatan bersama ini sekaligus menjadi langkah penting dalam peningkatan kualitas kebijakan perdagangan Indonesia, juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang perdagangan,” ujar Mendag.

Mendag Busan secara khusus meminta BKPerdag untuk memanfaatkan kolaborasi dengan ERIA ini secara maksimal guna menghasilkan lebih banyak riset perdagangan yang relevan dan berkualitas. Riset-riset tersebut diharapkan dapat menjadi landasan dalam menyempurnakan berbagai kebijakan perdagangan yang sudah ada maupun merumuskan kebijakan baru di masa depan.

“Riset kita sebenarnya tidak ketinggalan. Mungkin terlupakan saja karena kesibukan tugas harian. Padahal, riset ini potensinya besar, seperti halnya perdagangan jasa yang potensinya besar, tetapi sering kalah terlihat dibandingkan perdagangan barang,” kata Mendag Busan.

Dalam menghadapi lanskap ekonomi global yang semakin kompleks, Mendag Busan menegaskan, Indonesia membutuhkan kebijakan perdagangan yang didorong data (data-driven), berbasis riset yang mendalam, dan mengadopsi sudut pandang komprehensif. “Riset adalah fondasi penting dalam mengambil kebijakan strategis seperti itu,” tambahnya.

Mendag Busan mencontohkan negara-negara maju, seperti Tiongkok yang kemajuannya didukung riset yang kuat. “Saya pernah membaca riset tentang pengembangan sektor agrikultur di Tiongkok yang sudah disusun secara terencana hingga tahun 2050,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mendag Busan berharap, ERIA sebagai lembaga riset regional yang kredibel dan independen dapat terus berkolaborasi dengan BKPerdag dalam mendukung program prioritas Kemendag melalui beragam kegiatan. “Kami berharap kolaborasi yang terjalin dapat berdampak lebih luas, melalui berbagai sesi pelatihan, lokakarya, dan forum diskusi bersama seperti Trade Policy Advisory Group yang sebelumnya sudah pernah dilaksanakan,” ucap Mendag Busan.

Perkuat Ekonomi

Sementara itu, Presiden ERIA Tetsuya Watanabe menegaskan komitmen untuk terus mendukung Kemendag merumuskan kebijakan perdagangan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi masa depan. Dia juga berharap kemitraan Kemendag dengan ERIA ini berkontribusi dalam pembangunan kawasan.

ERIA berkomitmen untuk mendukung Kemendag dalam merumuskan kebijakan perdagangan yang aplikatif dan dapat mendukung prioritas perdagangan Indonesia dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah. "Kami berharap kemitraan ini dapat turut berkontribusi membangun kawasan yang lebih tangguh, kompetitif, dan terhubung,” ujar Watanabe.

  • riset perdagangan

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.