Berakhir Pasca Tragedi Hindenburg
Selasa, 22 Jul 2025, 07:28 WIBKAPAL udara Zeppelin terus mendominasi perjalanan udara komersial melintasi Atlantik. LZ 129 yang baru dirancang untuk menjadi pesawat udara terbesar dan ternyaman yang pernah dibuat. Dibangun di Friedrichshafen dari tahun 1931 hingga 1935, pesawat ini menjadi milik perusahaan baru, Deutsche Zeppelin Reederei (DZR), yang mendapat dukungan dari maskapai Lufthansa dan pendanaan dari negara Jerman (yang dikendalikan oleh Partai Nazi sejak tahun 1933).
LZ 129 melakukan penerbangan perdananya pada tanggal 4 Maret 1936. Nama baru Hindenburg, untuk menghormati mendiang presiden Jerman, Paul von Hindenburg (1847-1934), segera disematkan di sisi lambung pesawat dengan aksara Gotik merah besar.
Penyeberangan Atlantik pertama Hindenburg dimulai pada tanggal 31 Maret 1936, terbang dari Friedrichshafen ke Rio de Janeiro, Brasil. Penerbangan pertama ke New York dilakukan pada bulan Mei dan hanya memakan waktu 61,5 jam. Hindenburg akan melakukan sembilan penerbangan lagi ke New York dan enam penerbangan lagi ke Rio sebelum tahun itu berakhir.
Hampir sepanjang RMS Titanic dan tiga kali lebih panjang dari pesawat Boeing 747, Hindenburg memiliki panjang 245 meter dengan diameter rangka internal maksimum 41,2 meter, 16 sel gas dengan kapasitas gabungan 7 juta kaki kubik menyediakan daya angkat, dan empat mesin Daimler-Benz menghasilkan 3.600 daya kura untuk memberikan kecepatan tertinggi 110 km per jam.
Bencana
Pada tahun 1937, perjalanan dengan kapal udara tampaknya masih panjang, tetapi kecintaan masyarakat terhadap Zeppelin hampir padam oleh sebuah bencana yang mengerikan. Hindenburg berangkat ke New York pada 3 Mei 1937 dengan membawa 36 penumpang dan 61 awak, lebih banyak dari biasanya karena ada beberapa peserta pelatihan yang dijadwalkan bertugas di Graf Zeppelin II.
Kapal udara tersebut menghadapi angin sakal yang kencang saat tiba di landasan pendaratan Lakehurst pada malam hari tanggal 6 Mei. Beberapa menit setelah awak pendaratan meraih tali landasan Hindenburg, sebuah cahaya dan kemudian api kecil terlihat di bagian atas belakang lambung Zeppelin. Dalam hitungan detik, api menyebar saat gas hidrogen menyala.
Kapal udara tersebut jatuh ke tanah saat api berkobar ke depan. Hanya dalam 32 detik, kapal udara tersebut terbakar menjadi tumpukan logam yang bengkok. 35 orang di dalamnya (13 penumpang dan 22 awak) dan satu anggota kru darat tewas dalam bencana tersebut, dan  62 orang selamat.
Fakta bahwa bencana Hindenburg terekam dalam film dan ditayangkan di seluruh dunia dalam berita film secara efektif mengakhiri perjalanan udara menggunakan kapal udara berisi hidrogen. Graf Zeppelin telah melakukan 16 perjalanan pulang pergi ke Brasil pada tahun 1936 dan banyak lagi perjalanan singkat di Eropa, tetapi kapal udara tersebut dipensiunkan pada bulan Juli 1937. ? hay
- Graf Zeppelin
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.