Gen Z Dominasi Penggunaan QRIS, Transaksi Nontunai Melonjak Signifikan

Minggu, 20 Jul 2025, 15:55 WIB

JAKARTA — Deputi Direktur Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Himawan Kusprianto, mengungkapkan bahwa generasi Z mendominasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode transaksi nontunai di Indonesia. Berdasarkan data pertengahan 2025, pengguna QRIS dari kalangan Gen Z tercatat lebih dari 75 juta orang.

Dominasi Gen Z dalam penggunaan QRIS diikuti oleh generasi milenial dengan 69 juta pengguna, yang secara keseluruhan mendorong lonjakan transaksi digital. Per Juni 2025, jumlah transaksi QRIS tercatat meningkat tajam sebesar 148 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya. Angka tersebut mencerminkan percepatan adopsi sistem pembayaran digital, terutama di kalangan muda.

Ket. Foto: — Sumber: Getty Images

Secara keseluruhan, data BI menunjukkan bahwa penggunaan perangkat Electronic Data Capture (EDC) untuk transaksi nontunai hingga pertengahan tahun ini telah mencapai 2,3 juta unit. Sementara itu, jumlah pedagang yang menerima pembayaran melalui QRIS telah menembus angka 38 juta, dan pengguna QRIS di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 57 juta orang.

Lebih lanjut, Himawan menyebutkan bahwa volume transaksi QRIS hingga pertengahan 2025 telah mencapai Rp6,1 miliar atau setara 93 persen dari target nasional sebesar Rp6,5 miliar. Selain jumlah transaksi, nilai transaksi dan jumlah pedagang yang menggunakan QRIS juga terus menunjukkan tren peningkatan dari waktu ke waktu.

"Angka-angka ini menjadi bukti bahwa implementasi QRIS untuk memfasilitasi pembayaran digital di Indonesia telah diterima secara positif oleh masyarakat Indonesia," ujar Himawan saat menghadiri acara Capacity Building dan Media Gathering yang digelar oleh Bank Indonesia Jawa Timur.

Ia juga menekankan bahwa mayoritas penggunaan QRIS, yakni sekitar 93 persen, berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berdasarkan klasifikasi usaha, pemanfaatan QRIS terbesar berada pada UMKM sebesar 57,52 persen, kemudian usaha kecil 29,59 persen, usaha menengah 5,89 persen, dan usaha besar 3,37 persen.

Menurut Himawan, peningkatan penggunaan QRIS secara merata di berbagai skala usaha mencerminkan tumbuhnya kepercayaan pelaku usaha terhadap sistem pembayaran digital yang mudah, aman, dan efisien. "Hal ini menunjukkan digitalisasi sistem pembayaran semakin diterima masyarakat, terutama generasi muda dan sektor UMKM," ungkapnya.

Berdasarkan demografi pengguna, Gen Z tercatat sebagai kelompok usia dengan proporsi terbanyak, mencapai 27,94 persen dari total pengguna nasional. Hal ini dinilai sebagai indikasi bahwa kebiasaan bertransaksi secara digital semakin mengakar pada kelompok usia produktif.

Himawan juga menjelaskan bahwa tren pertumbuhan QRIS lebih pesat dibandingkan sistem nontunai lain seperti EDC. Lonjakan ini mulai terasa sejak masa pandemi COVID-19 dan terus berkembang pesat hingga kini. Ia menilai bahwa kemudahan dalam penggunaan QRIS menjadi faktor utama yang menarik minat masyarakat luas.

Melihat tren positif tersebut, Bank Indonesia kini tengah mempersiapkan peluncuran QRIS Cross Border, yaitu sistem QRIS lintas negara yang akan mengakomodasi transaksi digital antara Indonesia dengan Jepang dan China. Melalui fitur ini, masyarakat Indonesia dapat melakukan pembayaran dengan QRIS saat berada di kedua negara tersebut.

“Perkembangan QRIS sangat pesat sejak pandemi hingga saat ini, dibandingkan dengan pembayaran nontunai lainnya seperti penggunaan Electronic Data Capture (EDC),” tegas Himawan.

BI berharap peluncuran QRIS Cross Border dapat memperluas ekosistem pembayaran digital Indonesia di tingkat global, sekaligus mempermudah masyarakat dalam bertransaksi lintas negara tanpa perlu menukar mata uang secara fisik. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya BI memperluas inklusi keuangan dan mendukung transformasi digital nasional di sektor pembayaran.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

Kabut asap batasi jarak pandang di Sungai Kapuas

BMKG Catat 2.945 Hotspot di Sumatra, Ancaman Kebakaran Hutan Makin Serius

Di BNI WondrX 2026, BNI Sekuritas Ajak Masyarakat Belajar Investasi

Kementan Kerahkan 9 Penyuluh Dampingi Petani Kembangkan Perkebunan Kelapa di Natuna.

Berlatih menari balet di Galeri Nasional

Siklon Tropis Atsani Picu Cuaca Ekstrem, BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.