Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKSDA Sumbar Lepas Liarkan Beruang Madu yang masuk ke Perkampungan

📅 Sabtu, 19 Jul 2025, 13:55 WIB | Oleh:
BKSDA Sumbar Lepas Liarkan Beruang Madu yang masuk ke Perkampungan Doc: Antara/HO-Humas BKSDA Sumbar
Ket. Warga mengamati seekor beruang madu jantan yang dibius petugas setelah sebelumnya masuk ke pemukiman warga.

Padang -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) melepasliarkan seekor beruang madu jantan yang diperkirakan berusia delapan tahun ke habitat aslinya setelah sebelumnya masuk ke permukiman warga di Bukit Gombak, Nagari Baringin Kecamatan Limo Kaum Kabupaten Tanah Datar pada Jumat (18/7).

"Setelah beruang ini dibius dan diamankan petugas serta dinyatakan dalam kondisi sehat, satwa yang dilindungi ini kita lepas liarkan ke habitatnya," kata Kepala BKSDA Sumbar Hartono di Padang, Sabtu.

Hartono mengatakan pelepasliaran beruang dengan nama latin helarctos malayanus tersebut untuk memastikan populasinya tetap terjaga sebagai salah satu rantai makanan di alam liar.

Sebelum dilepasliarkan BKSDA terlebuh dahulu melakukan observasi lokasi yang tepat. Observasi itu misalnya terkait dengan ketersediaan sumber-sumber makanan satwa. Hal ini ditujukan agar beruang tidak kembali masuk ke pemukiman atau berkonflik dengan masyarakat.

"Jadi, BKSDA melakukan observasi dulu karena jangan sampai setelah pelepasliaran menimbulkan interaksi negatif dengan masyarakat," jelasnya.

Di saat bersamaan petugas BKSDA juga sedang mengevaluasi penyebab satwa yang dilindungi Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya tersebut bisa sampai ke pemukiman warga.

Menurutnya, ada banyak faktor bisa menyebabkan seekor satwa keluar dari habitat alaminya ke pemukiman warga. Menipisnya ketersediaan bahan makanan, perburuan liar, perusakan atau pembukaan kawasan hutan secara ilegal bisa menjadi alasan satwa turun ke pemukiman penduduk.

Selain itu, munculnya satwa ke pemukiman warga juga bisa disebabkan oleh adanya semacam pancingan tidak langsung oleh masyarakat. Sebagai contoh, sisa-sisa makanan berupa daging yang dibuang ke aliran sungai sehingga tercium dan merangsang satwa tertentu untuk mencarinya.

"Jadi, ini yang teman-teman di BKSDA sedang melakukan evaluasi penyebab satwa ini muncul ke pemukiman warga," ujar Hartono.

Ia menambahkan BKSDA secara kontinu terus mengedukasi masyarakat agar tetap menjaga habitat satwa terutama yang dilindungi undang-undang. Hal itu bisa dilakukan dengan tidak melakukan perburuan liar, merusak kawasan hutan, membuang sisa-sisa makanan atau daging ke sungai yang dapat menarik perhatian satwa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Megapolitan
BlokM Terus Dibenahi, Pelet...
Megapolitan
Harus Dipersiapkan Sejak Di...
Daerah
Sumsel United Siap Menghada...
Luar Negeri
Trump Minta Eropa Lepaskan ...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.