Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepulauan Seribu Bakal Pasang Alat Pemantau Udara di Empat Pulau

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 15:58 WIB | Oleh:
Kepulauan Seribu Bakal Pasang Alat Pemantau Udara di Empat Pulau Doc: Kabupaten Adminitrasi Kepulauan Seribu
Ket. Pulau Kelapa di Kepulauan Seribu. Suku Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Seribu bakal memasang alat pemantau udara di empat pulau berpenduduk untuk memantau kualitas udara di daerah itu.

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Seribu memasang alat pemantau udara di empat pulau berpenduduk untuk memantau kualitas udara di daerah itu.

“Kami terus memperkuat pengawasan kualitas udara di wilayah Kepulauan Seribu, dengan memasang alat pemantau udara ambien di empat pulau berpenduduk,” kata Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Sri Hayyu di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan empat lokasi yang menjadi titik pengukuran mencerminkan karakter aktivitas khas wilayah masing-masing. Mulai dari aktivitas transportasi di Pulau Tidung, industri di Pulau Kelapa, permukiman padat di Pulau Panggang dan pusat pemerintahan di Pulau Pramuka.

“Pengukuran ini penting sebagai data dasar untuk menilai dampak aktivitas lokal terhadap kualitas udara. Meskipun, Kepulauan Seribu dikenal memiliki udara yang relatif bersih, pemantauan tetap harus dilakukan secara rutin dan ilmiah,” kata dia.

Ia mengatakan alat yang dipasang merupakan “passive sampler” untuk parameter gas pencemar utama yaitu nitrogen dioksida dan sulfur dioksida. Masing-masing lima unit per parameter, lengkap dengan shelter dan satu blangko sebagai kontrol.

"Perangkat ini dikirimkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup melalui Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara," kata dia.

Nantinya, setelah alat terpasang selama empat belas hari, sampel udara akan dikirim ke laboratorium yang telah ditunjuk untuk dianalisis dan hasil uji diperkirakan keluar dalam satu hingga dua bulan.

“Sementara itu, Tahap II pengukuran kualitas udara di Kepulauan Seribu dijadwalkan berlangsung pada September 2025,” kata dia.

Data dari dua tahap pengukuran ini akan dihimpun sebagai dasar perhitungan Indeks Kualitas Udara (IKU) yang menjadi bagian dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) DKI Jakarta.

Pada 2024, Kepulauan Seribu mencatat nilai IKU tertinggi di Jakarta yakni 92,83 dari skala 100 menandakan kualitas udara yang sangat baik dibanding lima kota administrasi lainnya.

Meski metode "passive sampler" memerlukan waktu analisis laboratorium, namun masyarakat tetap dapat memantau kondisi udara secara real-time melalui Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien (SPKU) milik Pemprov DKI Jakarta.

Saat ini, SPKU reference grade berada di Pulau Panggang, dan "low-cost" sensor tersedia di Pulau Pramuka. Informasi kualitas udara dapat diakses melalui situs udara.jakarta.go.id atau aplikasi JAKI," kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.